Mahasiswa Unsyiah Terapkan Cara Unik Kesadaran Cuci Tangan

0
Siswa mempraktekkan langsung cara mencuci tangan

*Pada Siswa Sekolah Dasar

BANDA ACEH |LA- Mencuci tangan adalah kegiatan yang sederhana dan mudah dilakukan. tetapi memiliki banyak sekali manfaat, salah satunya untuk mencegah penyakit. Infeksi saluran cerna, seperti diare, dan infeksi saluran napas merupakan penyakit yang kerap kali dapat dicegah dengan membiasakan perilaku mencuci tangan.

Berdasarkan data World Helath Organization (WHO) dan Departemen Kesehatan Republik Indoneisa (2009) menunjukkan bahwa setiap tahun rata-rata 100.000 anak di Indonesia meninggal dunia akibat diare dan berdasarkan Riskesdas tahun 2018, Provinsi Aceh menduduki peringkat kedua tertinggi angka diare pada anak-anak dibandingkan 33 provinsi lain di Indonesia.

Melirik fenomena tersebut, pada tanggal 26 dan 29 April 2019, lima mahasiswa Universitas Syiah Kuala dari tiga fakultas berbeda yang tergabung dalam kelompok Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-M) memiliki cara unik untuk meningkatkan kesadaran mencuci tangan pada siswa SDN 57 Banda Aceh.

Mengajarkan siswa cara mencuci tangan yang baik dan benar

Kelompok ini diketuai oleh Saidatul Wulya, dan beranggotakan Sri Muliani, Fathurrahman Luthfi, ketiganya berasal dari jurusan Teknologi Hasil Pangan. Sementara Anggi Pratiwi  dari jurusan FKIP Biologi, dan Rika Farhana dari jurusan Pendidikan Dokter.

Kelompok PKM-M yang dibimbing oleh Dr.Dewi Yunita, S.TP., M.Res ini menggunakan media agar mikrobiologi untuk menumbuhkan kuman pada tangan siswa sebelum dan setelah mencuci tangan. Tujuan pemanfaatan media agar ini adalah agar para siswa dapat mengamati secara langsung bahwa tangan mereka yang selama ini terlihat bersih secara kasat mata ternyata mengandung banyak sekali kuman.

Mereka pula dapat mengamati sendiri bahwa kuman tersebut akan berkurang jumlahnya jika mereka mencuci tangan dengan cara yang benar.

Foto bersama siswa SDN 57 Banda Aceh

“Kegiatan ini kami lakukan untuk menumbuhkan kesadaran siswa dalam membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat mulai dari hal yang paling sederhana, yaitu mencuci tangan. Dalam kegiatan ini kami mengajarkan kepada siswa bagaimana cara mencuci tangan yang benar, mengikuti 6 langkah cuci tangan rekomendasi WHO dengan menggunakan air mengalir dan sabun. Selain itu, kami juga menghimbau para siswa untuk selalu mencuci tangan pada waktu-waktu yang penting, yaitu sebelum makan, setelah dari toilet, dan setelah bermain.”ujar Saidatul.

Tidak dipungkiri bahwa program penyuluhan pentingnya mencuci tangan pada siswa sekolah dasar sudah sangat sering digalakkan oleh berbagai pihak. Akan tetapi, dalam meningkatkan kesadaran siswa untuk menerapkan perilaku ini menjadi tantangan tersendiri. Anak-anak cenderung mengabaikan apabila mereka tidak melihat bukti nyata bahwa selama ini tangan mereka banyak sekali kuman. Oleh sebab itu, Saidatul dan empat mahasiswa lain mempunyai gagasan untuk memperlihatkan tampilan kuman secara langsung  yang terdapat di tangan siswa dengan menumbuhkan kuman pada media agar sehingga para siswa sadar untuk memulai membiasakan perilaku mencuci tangan.

Untuk mewujudkan gagasan ini, kelima mahasiswa Unsyiah melakukannya dalam 5 tahapan. Pertama, pembuatan media agar mikrobiologi; kedua, penyuluhan dan demonstrasi cara mencuci tangan yang benar; ketiga, penempelan tangan siswa sebelum dan setelah mencuci tangan; keempat, menginkubasi media agar mikrobiologi untuk menumbuhkan kuman; dan kelima memperlihatkan hasil tampilan kuman di tangan sebelum dan setelah mencuci tangan kepada siswa.

“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran siswa untuk membiasakan sejak dini mencuci tangan dengan sabun sebagai bagian dari perilaku hidup bersih dan sehat agar terhindar dari berbagai penyakit.” ungkap Saidatul. []