Mari Tingkatkan Etos Kerja ASN, Meraih Ridha Ilahi di Bulan Suci Ramadhan

0

PIDIE JAYA I LA– Kini sang tamu agung Ramadhan telah hadir dihadapan kita dan hendaknya dengan Bulan Suci Ramadhan harus dijadikan sebagai momentum untuk terus menempa dan meningkatkan kualitas diri, baik dalam hal ibadah maupun etos kerja.

.“Syahrul Mubarak yang telah hadir merupakan sebagai momentum spritual untuk meningkatkan kualitas diri dan ibadah kepada Allah. Selain itu, kehadiran Ramadhan seharusnya juga memberi dampak positif dalam meningkatkan etos kerja, terutama mereka yang menjadi abdi negara atau yang sering disebut ASN” Kata H. Fakhrurrazi Rusli, M.Si salah seorang pegawai di Dinas Kesehatan Pidie Jaya, Senin, (6/5/2019).

Putra kelahiran Ulee Glee itu menyebutkan, salah satu realita dalam masyarakat ada sebagian orang yang menjadikan Ramadhan sebagai dalih untuk tidak bekerja tepat waktu, kurang semangat dalam belajar dan bekerja. Padahal hal ini kurang baik dalam perspektif agama terlebih merekab yang melayani masyarakat.

” Dalam agama kita tidak diperintahkan umatnya untuk bermalas-malas pada saat bulan Ramadhan. Selama bulan Ramadhan hendaknya tidak menjadikan alasan untuk penurunan etos kerja di dalam segala dimensi kehidupan. Fenomena seperti ini menjadi sebuah pemandangan dan keseharian pada bulan Ramadhan. Intinya disesuaikan dengan kondisi berpuasa dalam bekerja,” paparnya.

Selanjutnya, ia menambahkan dalam literarur sejarah Rasulullah dan para sahabat di perang Badar sangatlah luar biasa. Saat itu, jumlah umat Islam sangat tidak seimbang, perang Badar terjadi pada bulan Ramadhan dan saat itu umat Islam sedang berpuasa. puasa dan teriknya gurun pasir tak menyurutkan semangat umat Isla saat itu.

” Perang Badar sehingga umat Islam berhasil memenangkan perang Badar tersebut. Ini menjadi iktibar bagi kita terlebih abdi negara yang melayani masyarakat yang juga ibadah. Bukankah ibadah berhubungan dengan orang banyak (Seperi ASN dan lainnya) lebih besar pahala daripada ibadah mamfaat untuk sendiri,” lanjutnya.

Alumni Pascasarjana Unsyiah itu mengatakan memang rasionalitas kita berfikir bahwa puasa akan melemahkan fisik dan menguras tenaga. Namun sesungguhya dengan semangat yang membara dan panggilan iman mampu mempekokoh diri kita untuk “berjihad”.

” Tentunyan dengan puasa yang demikian dan dilaksanakan dengan penuh kesungguhan akhirnya menjadi sebuah pendorong yang kuat dalam “berperang” untuk mencapai kemenangan,” sambungnya.

Terakhir ia berharap dalam Ramadhan ini mari kita menumbuhkan sikap kepedulian merupakan bentuk kesalehan sosial yang menjadi salah satu pelajaran penting yang kita dapatkan dalam madrasah yang bernama Ramadhan ini.

” Sikap peduli terhadap lingkungan sosial, membantu orang kurang mampu, fakir miskin dan sejenisnya, tentunya dengan adanya keterkaitan antara kesalehan pribadi dan kesalehan sosial, dan lahirnya jiwa keagamaan yang inovatif dan penuh semangat dalam melakukan berbagai aktivitas, walhasil muaranya akan membentuk insan muttaqin,” tutupnya.