Masjid dan Dayah Memiliki Potensi sebagai Penggerak Ekonomi Masyarakat

0
Kepala BI Perwakilan Aceh Zainal Arifin. (Net)

BANDA ACEH |LA- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh saat ini telah memiliki masterplan Program Akselerasi Ekonomi dan Keuangan Syariah (PAEKS) yang menjadi guidance untuk menyusun prioritas program kerja yang perlu dilakukan.

Masterplan ini tidak hanya terkait dengan program-program Bank Indonesia, tetapi juga merekomendasikan program yang sekiranya perlu dilakukan oleh instansi dan stakeholder ekonomi syariah di Aceh.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) provinsi Aceh Zainal Arifin Lubis, di Banda Aceh, Sabtu (11/5/2019).

Adapun masterplan Bank Indonesia Provinsi Aceh disusun memiliki 4 pilar utama, yang terdiri integrasi sektor keuangan dan sektor riil, pendalaman pasar & akses keuangan syariah, kebijakan strategis, serta riset & edukasi. Untuk menjalankan keempat pilar tersebut, Bank Indonesia Provinsi Aceh memerlukan sebuah “mesin utama” yang mampu merubah konsep di atas kertas menjadi program riil yang memberikan manfaat kepada masyarakat, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, secara langsung ataupun tidak langsung.

“Mesin utama itu adalah Masjid dan Dayah,” kata Zainal.

Kata Zainal, Bank Indonesia melihat bahwa masjid dan dayah memiliki potensi sebagai penggerak ekonomi masyarakat, baik sebagai tempat edukasi, hingga praktek pemberdayaan ekonomi. Keduanya memiliki tempat, jangkauan hingga pelosok daerah.

“Hingga basis komunitas keumatan yang mengakar dengan pertimbangan bahwa Aceh memiliki potensi Masjid dan Dayah yang sangat besar. Termasuk juga keberadaan madrasah sebagai bagian dari lembaga pendidikan Islam,”terang Kpw Bank Indonesia provinsi Aceh ini.

Berdasarkan data Bank Indonesia Provinsi Aceh miliki dari berbagai sumber, Zainal Arifin menyebutkan bahwa Aceh memiliki 4.065 masjid, 6.855 mushala, 335 Madrasah Aliyah, 408 Madrasah Tsanawiyah, 594 Madrasah Ibtidaiyah, dan sekitar 1.573 dayah (yang tercatat) dengan 247.563 santri. Belum lagi adanya 4.049 balai pengajian yang tersebar di berbagai kota/kabupaten.

“Oleh karena itu, langkah awal yang dilakukan oleh Bank Indonesia pasca selesainya penyusunan masterplan Program Akselerasi Ekonomi dan Keuangan Syariah (PAEKS) adalah menginisisasi Deklarasi Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis Masjid dan Dayah yang diselenggarakan pada 5 Agustus 2018 di Masjid Oman bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan, Dinas Pendidikan Dayah, dan Dewan Masjid Indonesia,” katanya. (IK)