Masyarakat Aceh Timur Minta Humas PT Medco Dicopot

0
280
Masyarakat Aceh Timur Minta Humas PT Medco Dicopot. Foto: Liputanaceh
Masyarakat Aceh Timur Minta Humas PT Medco Dicopot. Foto: Liputanaceh
Masyarakat Aceh Timur Minta Humas PT Medco Dicopot. Foto: Liputanaceh

Aceh Timur | LA – Sejumlah Masyarakat Aceh Timur, menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Timur, sekira pukul 10:45 WIB, pada Rabu 17 Mei 2017. Dalam aksinya, massa meminta Humas PT. Medco segera diberhentikan dari jabatannya karena diduga  tidak menghargai DPRK dan masyarakat yang berada di sekitar Desa Lingkar Tambang.

Dalam aksi tersebut, masyarakat menuntut Pemerintah Pusat, Asosiasi Tenaga Kerja di Aceh Timur dan Meminta Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Timur agar segera membentuk  Tim Panitia Khusus (Pansus) untuk menginvestarisi kasus di CPP Blok A.

“Disnaker harus segera membuka BLK Aceh Timur guna melatih putra/i Aceh Timur menjadi tenaga terampil. Pemerintah Aceh Timur harus meninjau ulang perjanjian kerjasama antara PT. Medco dan Pemkab Aceh Timur,” kata koordinator aksi Hasbi Abubakar dalam aksi itu.

Massa yang terdiri dari puluhan orang dari masyarakat setempat juga meminta Dinas Perhubungan segera mendatakan sejumlah kendaraan operasional perusahaan yang bekerja di CPP Blok A, guna menghindari penyimpangan pengisisan BBM (Bahan Bakar Minyak).

Lebih lanjut Hasbi Abubakar juga menyuarakan untuk Meminta pemerintah segera membuat Qanun tentang pemakaian kendaraan operasional PT. Medco dan Perusahaan lain agar menggunakan plat BL dengan seri D agar pajak kendaraan bisa disetor ke Kas Daerah.

Massa aksi damai juga meminta pemerintah memfasilitasi kontraktor lokal agar bisa mendapatkan pekerjaan di Perusahaan PT. Medco. “Kami juga minta kepada PT. Medco agar bertanggung jawab atas pembuangan air comberan ke kebun masyarakat. PT. Medco dan perusahaan lainnya hargailah budaya dan istiadat masyarakat lokal. Setiap tamu atau karyawan yang menginap di Desa Lingkar Tambang, wajib melapor kepada Perangkat Desa setempat termasuk karyawan yang datang dari luar negeri,” minta massa.

Pantauan Liputan Aceh, massa juga membawa spanduk dengan bertuliskan beberapa tuntutan terhadap pemerintah setempat, antara lain yaitu; Haruskah Kami Bekerja di Negeri Jiran (Malaysia), Hargai Budaya Lokal di Aceh, Kami Bukan Penonton, Kami Butuh Makan, dan sejumlah tulisan lainnya.

Aksi damai ini disambut perwakilan Pemkab Aceh Timur, diantaranya; Drs. Zahri, M.AP (Asisten Pemerintahan Setdakab Aceh Timur), Mansyurdin, S.E (Dinas Perindustrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Aceh Timur), dan M. Amin, S.H (Kepala Badan Kesbang dan Politik Kab. Aceh Timur).

(IK/H)

BAGIKAN

KOMENTAR