Masyarakat Kecewa Terhadap Sikap Plt Gubernur Aceh

0
Wakil Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah menghadiri malam pisah sambut Ketua Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Aceh dari Kombes Pol. Dr. Darmawan Kepada Kombes Pol Erwin Faisal di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Senin 4 September 2017 malam.

BANDA ACEH| LA – Masyarakat Beutong Ateuh Banggalang kecewa terhadap sikap Plt Gubernur Aceh yang terlihat tidak memiliki sikap dalam merespon tuntutan masyarakat terkait penolakan tambang PT Emas Mineral Murni (PT. EMM) di Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya.

“Plt Gubernur Aceh mulai tanggal 29 Desember 2018 sampai 1 Januari 2019 melakukan kunjungan kerja (kunker) ke wilayah barat dan tengah Aceh. Kunker akhir tahun ini Plt Gubernur menggunakan motor gede bersama Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) Aceh,” kata Ketua Generasi Beutong Ateuh Banggalang (GBAB), Zakaria dalam keterangan nya, Minggu (30/12/2018).

Di Nagan Raya Plt Gubernur meresmikan gedung sekolah trans lokasi Krueng Isep, Beutong, Nagan Raya, pada 29/12/2018. Kemudian tim melanjutkan perjalanan ke Aceh Tengah melalui jalan Beutong Ateuh Banggalang.  Sampai ke Beutong Ateuh Banggalang Plt Gubernur bersama timnya sempat singgah sebentar untuk melihat kolam budidaya ikan Kereuling yang pembangunannya bersumber dari anggaran APBK.

“Masyarakat Beutong Ateuh Banggalang yang secara dadakan tahu kunjungan Plt Gubernur segera berdatangan ke lokasi. Tujuan masyarakat hanya satu, yaitu ingin mempertanyakan sikap Plt Gubernur terkait aspirasi masyarakat tolak tambang PT EMM. Dimana sampai hari ini Plt Gubernur belum bersikap apa-apa terkait hal tersebut, termasuk belum menindaklanjuti poin 3 hasil paripurna DPRA yaitu membentuk tim untuk melakukan upaya hukum terkait izin PT EMM. Plt Gubernur tidak memberikan respons saat masyarakat mempertahankan hal tersebut, bahkan terkesan tim kunker menghalangi masyarakat untuk beraudiensi dengan Plt Gubernur. Karena merasa terusik dan tidak nyaman atas berbagai pertanyaan masyarakat, akhirnya Plt Gubernur bersama timnya melanjutkan perjalanan ke Aceh Tengah,” ujar Zakaria.

Kata Zakaria, Kekecewaan masyarakat bertambah disaat sore harinya masyarakat tahu ada seorang warga yang kecelakaan dengan rombongan tim Plt Gubernur tetapi rombongan tersebut tidak berhenti dan tidak bertanggung jawab atas kecelakaan yang menimpa warga miskin itu. Kecelakaan terjadi di Simpang Km 7, seorang warga bernama Bukhari (35) saat itu sedang pulang dari kebun. Bukhari terjatuh saat mengelak konvoi moge yang melaju dengan kecepatan tinggi. Akhirnya Bukhari terjatuh dan hasil ronsen Bukhari mengalami patah tulang empat bagian di kaki, saat ini Bukhari sedang berobat di Ulee Jalan, Nagan Raya. Bukannya memberikan pertolongan, bahkan rombongan Plt Gubernur tidakpun berhenti, mereka tidak bertanggungjawab. Bukhari yang merupakan warga Gampong Blang Puuk, Beutong Ateuh Banggalang meminta pertanggungjawaban atas kecelakaan yang menimpa dirinya.

Atas dasar itu, Masyarakat Beutong Ateuh Banggalang benar-benar kecewa terhadap sikap Plt Gubernur dan rombongannya. Bahkan dinilai Tidak mencerminkan seorang pimpinan Aceh, dia penakut orangnya tidak berani bersikap untuk membela kepentingan masyarakat.

“ Sebenarnya apa yang dilakukan oleh masyarakat Beutong Ateuh Banggalang tidak hanya persoalan lingkungan hidup, akan tetapi sedang memperjuangkan kekhususan dan kewenangan Aceh yang dirampas oleh pemerintah pusat terkait penerbitan izin PT EMM,” tegas Generasi Beutong Ateuh Banggalang (GBAB).

Sikap yang sama juga telah disampaikan oleh DPRA yang juga menolak izin PT EMM. Tinggal sekarang Pemerintah Aceh dalam hal ini Plt Gubernur masih terlihat mati suri terkait persoalan tolak tambang.

“Kami mencurigai, Plt Gubernur memiliki saham terselubung di PT EMM, makanya dia tidak berani bersikap untuk berdiri dalam satu sikap menolak tambang,” pungkasnya.[]