Masyarakat Samalanga Larut Dalam Alunan Zikir Memperingati 13 Tahun Perdamaian Aceh

0
38

BIREUEN I LA– Masyarakat Samalanga larut dalam alunan dan untaian zikir serta doa memperingati 13 tahun Perdamaian Aceh (MoU Helsinki Aceh MOU (2005-2018) berlangsung di Masjid Jamik Samalanga, Rabu, (15/8/ 2018).

Teungku Nainunis, M.A atau akrab disapa Abi Muda Simpang Matang selaku panitia pelaksana mengatakan, kegiatan itu murni untuk melakukan zikir dan doa bersama, demi meminta ridha Allah agar terhindar dari bencana dan malapetaka juga kedamaian terus dapat dirajut dan berlanjut hingga seterusnya.

“Ini bukan acara yang ada embel-embel apapun. Bukan acara yang dikemas karena kepentingan politik. Ini murni untuk berdoa dan berzikir bersama, agar kita senantiasa menumbuhkan rasa cinta kepada agama dan senantiasa dibebaskan dari segala bencana dan senantiasa selalu di limpahkan rahmat dan magfirah kepada kita semua, dan rasa syukur atas perdamaian Aceh sejak 2005 pasca Aceh konflik” kata Abi Muda yang juga tokoh ulama muda dan akedemisi senior IAI Al-Aziziyah kepada liputanaceh.com, Rabu, (15/8/2018).

Abi Muda menyebutkan zikir akbar ini diisi tausyiahnya oleh Waled Munir Kiran salah seorang ulama senior dari Pidie Jaya dan jamaah juga dari kalangan pelajar SMA dan sederajat yang ada di wilayah Samalanga juga turut hadir lapisan masyarakat lainnya dari berbagai unsur.

” Zikir ini dihadiri para keuchiek, Sekdes, Imum meunasah, Muspika plus, para alim Ulama dan siswa SMA sederajat. Acara Zikir memperingati 13 tahun perdamaian Aceh dipimpin oleh tim zikir Dayah MUDI Masjid Raya Samalanga sedangkan Tausiah diisi oleh Waled Munir Kiran serta doa penutupan oleh Imum Syiek Masjid Besar Abon Hannan salah seorang ulama senior Bireun,” sambung Abi Muda yang juga tahun ini dipercayakan oleh masyarakat Samalanga dan sekitarnya sebagai caleg DPRK Bireun itu.

Sementara itu tokoh pendidikan dan agama Samalanga Tgk. Marzuki M. Ali (Abati Simpang Matang) menyebutkan, acara ini berlangsung sangat meriah dan masyarakat menyambutnya dengan antusias.

“Masyarakat merasa bahagia dan larut dalam alunan zikir dan tausyiah dan hendaknya acara seperti ini perlu dilestarikan. Acara zikir dan doa bersama ini merupakan kerjasama elemen masyarakat Samalanga dengan beberapa pihak termasuk PHBI dan Tastafi ,” kata Master Komunikasi IAIN Malikussaleh, Lhokseumawe itu dengan penuh semangat.