Menatap Kiprah Ulama Muda Dalam Pengembangan Dayah Hasanul Iman Al-Aziziyah Lhok Kulam

0
73

BIREUN I LA– Sejarah telah mencatat bahwa keberadaan dayah sejak dulu hingga kini masih menjadi benteng terakhir untuk memfilter generasi dari berbagai pengaruh luar. Dan sejak awal mulanya menjadi tempat menerpa generasi penerus dalam membekali para santrinya dengan berbagai macam disilpin ilmu agama dan mendidik akhlak dan budi pekerti.

” Kita telah mengetahui bahwa Dayah dewasa ini lahir dengan inovasi baru di zaman now dengan tidak dapat di bendung imformasi dan  teknologinya, diharapkan kita harus mampu untuk menjawab tantangan itu dan jangan lari,” kata Tgk. Marhaban Ahmad, S. Sos atau akrab disapa Abi Muda Lhok Kulam, pimpinan dayah Hasanul Iman Lhok Kulam, Jeunib, Bireun.

Sosok ulama muda Jeunib itu menambahkan di era globalisasi ini kita harus mampu dan pandai dalam mengembangkan keilmuan dayah, berbagi macam tantangan itu harus di jawab dengan pendidikan yang sesuai dengan zamanya.

“Dewasa ini disamping kita ajarin kitab kuning sebagai bekal ilmu agama juga harus disekolahkan di bawah lembaga kita sehingga mudah kita mengontrolnya, dayahnya insya Allah akan mencobanya tahun depan,” lanjut putra al-marhum Tgk. Ahmad ulama alumni Dayah Darussalam Labuhan Haji itu.

Dayah Hasanul Iman Al-Aziziyah Lhok Kulam yang nampak biasa saja, namun hembusan angin menanbah indahnya kehidupan di dayah yang terus berbenah diri itu menuju pendidikan yang lebih baik dan mampu menjawab perubahan zaman.

” Dayah kami ini terus melakukan pembenahan dan pengembangan, saat ini walaupun dengan jumlah 205 santri yang terdiri dari 108 santriwan dan 97 santriwati. Walaupun sebagian tidak mondok, namun antusias sebagian santri yang mondok juga sangat tinggi dengan jumlah 62 santri,” lanjut alumni Dayah MUDI Masjid Raya Samalanga itu dan IAI Al-Aziziyah itu.

Abi Muda Lhok Kulam juga menyebutkan saat ini masih sangat membutuhkan bantuan untuk pengembangan infrastruktur baik pemondokan, lahan maupun MCK dan lainnya.

“Alhamdulillah, berkat bantuan dan doa guree serta masyarakat sehingga kedepan kami merencanakan juga untuk membangun gedung pendidikan formal (SMP dan sejenisnya), makanya masih sangat membutuhkan pengembangan infrastruktur dan lainnya. Masyarakat yang menyumbangnya dapat menghubungi kontak +6285260607577,” pinta tokoh agamawan muda yang murah senyum dan dikenal luas pergaulan di setiap strata elemen masyarakat itu.

Tgk. Marhaban mengutarakan dayah ini merupakan penyambung estafet al-marhum orang tua untuk mengayomi masyarakat juga amanah serta gurunya, bahkan pendidikan strata satu saja terpaksa harus di selesaikan saat usia sudah lanjut, namun itu harus dilalui demi sebuah pengembangan dalam “beut seumeubeut”.

“Walaupun strata satu (sarjana) barusan diwisuda , namun hasrat untuk menempuh strata dua hingga selanjutnya masih berkeinginan, ini semua demi pengembangan dunia dayah kedepan tanpa mengabaikan “beut seumeubeut”,namun tetap berpegangan kepada qaidah
المحُاَفَظَةُ عَلَى القَدِيْمِ الصَالِحِ وَالأَخْذُ باِلجَدِيْدِ الأَصْلَح
 (Memelihara hal-hal lama yang bagus dan mengambil hal-hal baru yang lebih bagus),” tutup dengan penuh berharap.