Mengintip Kenduri Maulid Nabi di Dayah MUDI Mekar Al-Aziziyah Bekasi

0
121

JAKARTA I LA- Perayaan maulid nabi Muhammad Saw di Dayah MUDI Mekar Al-Aziziyah, Jati Mekar, Jati Asih, Bekasi, Jawa Barat berlangsung meriah dan sangat antusias masyarakat sekitarnya, Sabtu, (24/2/2018), jam 19.00 WIB hingga selesai.

Dayah MUDI Mekar Al-Aziziyah merupakan salah satu dayah Aceh terbesar di kawasan pulau Jawa yang juga cabang dayah MUDI Masjid Raya Samalanga yang didirikan oleh Tgk. H. Marzuki Abdul Ghani atau akrab disapa Waled Marzuki pada tanggal 27 Maret 1988.

Dayah tersebut sejak didirikan dari tahun ke tahun berkembang pesat dan sangat alumni yang telah menjadi ulama, tokoh dan pejabat serta lainnya di seantero nusantara. Walaupun Waled sang panutan dan ulama sepuh Aceh di pulau Jawa itu telah menghadap sang ilahi 13 Mei 2017 lalu namun dayah tersebut masih eksis dan terus meneruskan perjuangan di bawah putra almarhum, Tgk. H. Khairul Rijal.

Perayaan maulid tahun ini setahun kepulangan Waled sangat antusiasnya masyarakat, alumni dan undangan memadati dayah yang terletak di tengah perumahan masyarakat Jati Mekar.

Sementara itu dalam sambutannya selaku piminan dayah, Tgk. H. Khairul Rijal Sosok ulama muda yang akrab disapa Walidi dalam menyebutkan walaupun Waled telah tiada namun sangat mengharapakan kepada semua pihak untuk meneruskan perjuangan al-marhum.

“Kami sangat mengharapkan dayah ini tetap berkembang walaupun al-marhum telah tiada. Harapan kami bantuan semua pihak baik doa dan lainnya demi kelangsungan dayah tercinta ini,” pinta Walidi yang juga alumni dayah MUDI Masjid Raya Samalanga dengan penuh berharap.

Walidi juga menambahkan dayah MUDI Mekar Al-Aziziyah ini bukanlah dayah khusus orang Aceh tapi dayah untuk semuanya elemen masyarakat baik Aceh dan non Aceh.

“Ada sebagian yang menyebutkan dayah ini khusus di didik anak Aceh, tapi ini tidak benar, dayah ini bukan milik khusus orang Aceh namun kepunyaan semua elemen masyarakat,” lanjut ulama muda itu dengan nada terharu dan penuh berharap.

Sementara itu Tgk. Abdi Mukassab salah seorang pengurus Dayah tersebut mengatakan perayaan maulid di mulai sejak magrib hingga menjelang tengah malam yang diisi dengan berbagai acara.

“Perayaan maulid tahun ini disamping tausyiah oleh KH. Abah Raudh Bahar juga di isi oleh zikir, santunan anak yatim dan berbagai aneka acara ragam lainnya,” ulas menantu al-marhum Waled. (Releas)