Menjaga Keseimbangan Kerja dan Hidup di Era Digital

0
312

Kita hidup di zaman digital yang selalu terhubung ke komputer, tablet dan ponsel pintar. Beberapa dekade lalu, saat pulang kantor pukul 5 sore, karyawan akan berkemas pulang dan tidak perlu repot dengan urusan kantor.

Namun, karena kita saat ini secara konstan terhubung dengan teknologi, pekerjaan kantor telah menjadi bagian dari kehidupan pribadi kita di luar kantor.

‘Tambahan’ jam di luar kantor ini tentu mengganggu keseimbangan antara urusan pekerjaan dan kehidupan pribadi. Sehingga banyak yang berusaha untuk mencari cara agar dua dunia itu bisa kita lalui secara seimbang.

Seperti dikutip dari situs lifehack, Kamis, 6 Agustus 2015, berikut ini beberapa tips agar tetap sukses dalam pekerjaan dan kehidupan pribadi, baik di dalam dan di luar kantor:

Aktivitas fisik dalam rutinitas kantor

Memasukkan aktivitas fisik dalam rutinitas kantor adalah bagian penting dalam menjaga keseimbangan kerja dan hidup. Aktivitas fisik tidak hanya membantu untuk menyegarkan baik pikiran dan tubuh, tetapi juga membuat mental tetap jernih selama menghadapi masa stres di tempat kerja.

Selain itu, aktivitas fisik membuat tubuh selalu dalam bentuk yang optimal, yang membuat kita merasa lebih produktif dan sehat. Musim panas adalah waktu yang tepat untuk melakukan aktivitas fisik.

Jika jadwal padat tidak memungkinkan untuk pergi ke gym sebelum atau setelah bekerja, pertimbangkan untuk menjadikannya bagian dari rutinitas. Kita bisa meninggalkan komputer dan berjalan-jalan sejenak dengan rekan kerja untuk mendapatkan perspektif baru dan melatih otot-otot kita.

Sejenak tinggalkan perangkat elektronik

Aspek penting lain dari menjaga keseimbangan kerja dan hidup adalah memisahkan diri dari perangkat elektronik saat malam hari dan akhir pekan. Jika merasa perlu untuk menyelesaikan pekerjaan tambahan atau membalas email di luar jam kantor, buatlah jadwal tertentu untuk melakukannya.

Misalnya, meluangkan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan di malam hari dari jam 6-8 dan kemudian mematikan komputer atau laptop. Atau, membalas semua email pada Sabtu pagi dan kemudian libur penuh pada hari Minggu.

Bekerja sepanjang hari setiap hari tidak efisien yang pada akhirnya justru membuat kita lelah yang berdampak pada produktivitas.

Bekerja produktif

Internet dan media sosial telah membuat hidup kita lebih cepat dan lebih mudah. Komunikasi di tempat kerja yang sebelumnya terjadi dalam bentuk pertemuan dan panggilan telepon yang panjang telah digantikan oleh email dan pesan instan yang lebih cepat.

Meski teknologi untuk komunikasi telah menghemat waktu kita, sering kali justru menjadi pengalih perhatian saat bekerja. Hal penting untuk diingat adalah bahwa kita di kantor, karena itu bekerjalah secara produktif dan habiskan waktu berjam-jam untuk menyelesaikan proyek dan tugas, bukan browsing internet atau memeriksa status di Facebook.

Kita bisa membuat lembar waktu untuk mengingatkan berapa lama kita harus fokus pada tugas.

Waktu santai dalam rutinitas kantor

Luangkan waktu untuk melakukan apa yang disukai, entah itu menghabiskan waktu dengan teman dan keluarga atau memenuhi hobi. Memiliki kehidupan sosial yang aktif seringkali berkorelasi dengan memiliki kehidupan kerja yang positif.

Jadi pastikan untuk meluangkan waktu yang membuat kita bahagia di luar kantor. Merasa kewalahan dengan situasi atau proyek di tempat kerja? Cara terbaik untuk mengatasinya adalah me-refresh pikiran dan fokus kita.

Mungkin kita bisa mengajak teman makan malam atau jalan-jalan dan membahas situasi yang dihadapi. Siapa tahu dari pertemuan santai itu kita mendapat ide baru dan solusi untuk mengatasi masalah yang dihadapi. (Dream)

BAGIKAN

KOMENTAR