Mewujudkan IAI Al-Aziziyah Samalanga Go Internasional

0
114

NASIONAL I LA- Perantauan itu berkah. Mungkin itu sepenggal kata yang terinspirasi saat seseorang yang merantau dalam pengertian bepergian jauh terlebih itu dalam mengembangkan sebuah amanah dan tugas yang dibebankan. Tentunya banyak hal dan pengalaman baru akan terinspirasi di balik musafir tersebut.

Hal ini seperti diutarakan oleh salah seorang peserta seleksi penelitian dosen yang diselenggarakan oleh Diktis Kemenag di Bogor yang berlangsung dalam pekan ini. Tgk. Amiruddin, MA sebagai salah seorang perwakilan Aceh yang juga dosen IAI Al-Aziziyah Samalanga sangat terharu dimana acara tersebut diawali dengan tarian kebanggaan masyarakat Aceh sebelum acara dimulai.

“Kita harus bangga dengan budaya kita dan sesuatu yang kita miliki bahkan mereka luar Aceh sangat menghormati masyarakat Aceh,  buktinya saat acara di seleksi di mulai di awali dengan tarian Aceh,  padahal masih sangat banyak budaya dan adat istiadat lainnya,  tapi tetap Aceh yang di kedepankan sebagai sebuah penghormatan dan ketakdhiman, ” ungkapnya dengan nada terharu dan bangga kepada liputanaceh.com, Sabtu,  (21/7/2018).

Putra kelahiran Pasee itu menambahkan Aceh itu daerah modal dan banyak kelebihan kita harus mampu memberikan pemahaman dan memperkenalkan apa yang dimiliki daerah kita kepada masyarakat luar termasuk IAI Al-Aziziyah Samalanga dan “saudaranya” seniornya MUDI Mesjid Raya Samalanga.

” Pendidikan Al-Aziziyah saat ini di Aceh menjadi mercusuar di Aceh dengan bukan hanya pendidikan agama lewat dayah tradisionalnya dengan cabang yang lumayan banyaknya juga ada IAI Al-Aziziyah Samalanga sebagai koleganya dalam mengintregasi ilmu, ” sambungnya yang juga alumni UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Tgk Amir sangat merasakannya hal itu walaupun tidak pernah menempuh pendidikan di Dayah MUDI Samalanga dan ia mengatakan dalam kancah dunia pendidikan di Aceh bahkan luar Aceh semakin menjadi pusat perhatian banyak pihak dan menjadi oasis basis pendidikan bukan hanya dalam dimensi modernisasi juga nilai-nilai unik relegi dimana dewasa semakin “langka”. Ini yang menjadi sebuah magnet terbesar di balik keunggulan Al-Aziziyah.

Selanjutnya Tgk. Amiruddin menjelaskan selama seleksi dan harapan juara  mungkin mempunyai harapan bisa lolos, namun kita telah berusaha semaksimal mungkin dan kita tunggu pengumumannya. Sangat banyak pengalaman yang dapat dipetik selama mengikuti seleksi ini.

“Sebagai contoh kecil dalam seleksi penelitian ini, suasana tempat, sejuk, adem dan alami, pada saat direview oleh Reviewer sangat baik, tidak seperti di uji sidang tesis, tidak tegang dan lebih banyak diberi momasing-1 dan wawasan meneliti. Hal positif kita saling menjalin komunikasi dan berinteraksi dengan sesama peserta baik dari PTKIS dan PTKIN seluruh Indonesia,” sambung magister pendidikan PPS UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Terakhir dosen berkacamata yang aktif didunia pendidikan itu menuturkan seleksi ini bukan hanya ajang beradu intelektual lewat literasi dan penelitian namun  juga menjadi ajang untuk membuat penelitian kolaboratif lintas perguruan tinggi kedepan. Disamping itu juga kita mendapatkan pengetahuan tentang isu-isu tema riset aktual dengan harapan IAI Al-Aziziyah bisa lebih maju dan go internasional.