Miris, Tenaga Medis Jahit Luka Kepala Pasien Hanya Diterangi Senter

0
107

LIPUTANACEH.COM | ACEH SELATAN – Puskesmas Labuhanhaji Barat terlihat gelap gulita. Tidak ada alat penerangan listrik yang memadai sehingga pelayanan kurang maksimal.

“Listrik PLN padam, suasana di Puskesmas Labuhanhaji Barat gelap gulita,” kata Naidy Beurawe salah satu Pemuda Labuhanhaji Barat kepada awak media, Jum’at (20/07/2018).

Diceritakannya, Kamis malam memasuki waktu maghrib, Puskesmas dalam keadaan gelap gulita disebabkan listrik PLN padam selama kurang lebih lima jam. Namun, Puskesmas Labuhanhaji Barat belum ada tanda-tanda mencari alat penerangan seperti genset.

“Dengan kondisi padam listrik tersebut, apakah harus menunggu hidup kembali atau dibiarkan sampai esok siang harinya?,” ungkap Naidy bertanya.

Hal demikian, kata dia, sering terjadi saat listrik PLN padam. Apakah pihak Puskesmas tidak memiliki alternatif lain seperti genset? Jikapun ada kenapa tidak pergunakan sebagaimana mestinya.

“Apalagi di unit gawat darurat (UGD) dan ruang rawat inap, setahu kami sangat membutuhkan bahkan diwajibkan adanya penerangan lampu sehingga pelayanan kesehatan maksimal,” tuturnya.

Mirisnya, pada saat itu ada pasien anak-anak di ruang UGD sedang dilakukan penanganan medis. Ada pengobatan menjahit bagian luka di kepala justru menggunakan penerangan memakai lampu HP.

“Saya melihat di ruang rawat inap para pasien dan keluarganya dalam keadaan gelap, hanya memakai senter dan lampu HP pribadi. Bahkan perawat ada yang mengeluh kepada saya dengan kondisi seperti ini. Padahal hal itu tidak boleh terjadi apalagi di tempat umum,” paparnya.

Menurutnya, perlu dilakukan teguran oleh dinas terkait terhadap pelayanan kinerja Puskesmas Labuhanhaji Barat. Jika perlu dilakukan Pansus oleh Komisi C DPRK Aceh Selatan.

“Selama ini kami ketahui Puskesmas Labuhanhaji Barat selalu dipenuhi pasien rawat inap yang berobat terutama masyarakat Labuhanhaji Barat dan pada umumnya Labuhanhaji Raya,” tandas Nedy Beurawe.