M@PPA: Mari Lupakan MoU Helsinki

0
404
Azwar-AG
AZWAR AG, KOORDINATOR M@PPA PUSAT. FOTO : ISTIMEWA

BANDA ACEH | Mahasiswa dan Pemuda Peduli Perdamaian Aceh (M@PPA) meninlai 10 tahun perdamaian bukanlah waktu yang singkat. Pemerintah Indonesia dan mantan petinggi GAM harus serius mewujudkan damai di Aceh secara bermartabat.

“Bukan hanya sekedar Cilet meulisan bak rung,” kata Koordinator Pusat M@PPA, Sabtu, (15/08/2015).

M@PPA juga berharap agar mantan pimpinan GAM dan Pemerintah Pusat harus duduk kembali bersama untuk membicarakan permasalahan UUPA yang tidak sesuai dengan MoU helsinki.

“Selain itu Pemerintah Pusat harus segera membentuk KKR nasional sebagai payung hukum untuk membentuk KKR Aceh,” ujarnya.

Selanjutnya Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh segera mungkin membentuk pengadilan HAM untuk mengadili semua actor-aktor pelanggaran HAM di Aceh.

“Kalau itu tidak dilakukan dengan serius berarti Pemerintah Pusat dan mantan Pimpinan GAM atau pihak yang terlibat dalam perdamaian mereka sudah berkhianat terhadap rakyat Aceh,” pungkasnya.

Dirinya mengajak seluruh mantan kombatan dan rakyat Aceh khususnya para korban konflik untuk melupakan semua mengenai perjanjian MoU Helsinki.

“Mari lupakan MoU Helsinki, dan mari bersama menata masa depan yang lebih baik,” ajaknya.