MQK Kepedulian Pemerintah Aceh untuk Peningkatan Kualitas Dayah

0

ACEH I Liputanaceh.com– MQK (Musabaqah Qiraatil Kutub) Tahun 2019 ini yang berlangsung mulai 29 November 2019-3 Desember 2019 juga bertujuan meningkatkan peran dayah sebagai lembaga pendidikan Islam yang mencetak kader ulama untuk menjawab berbagai persoalan ummat dalam bidang agama.

Hal ini sebagaimana diungkapkan Taqwallah yang mewakili pemerintah Aceh. Taqwallah juga menyebutkan penyelenggaraan Musabaqah Qiraatil Kutub Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2019 ini, merupakan upaya meningkatkan kembali perhatian dan kecintaan para santri terhadap kitab kuning.

Ajang itu diharapkan dapat memotivasi santri untuk mempelajari, mendalami, dan memahami kitab kuning dengan baik. Selainnya, Musabaqah Qiraatil Kutub diharapkan dapat mendorong santri untuk memiliki kemauan kuat dalam meningkatkan semangat penguasaan kandungan isi kitab kuning

Selain itu, event islami ini dapat menjadi ajang silaturahmi para santri yang berasal dari seluruh kabupaten/kota. Melalui silaturahmi ini diharapkan akan terjalin semangat persatuan dan kesatuan yang kuat di antara para santri di Aceh.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Usamah El-Madny S.Ag MM saat memberikan laporan panitia menyampaikan terimakasih yang tidak bertepi kepada semua pihak yang telah membantu menyukseskan acara MQK ini, mohon maaf bila ada di berbagai lini yang tidak sempurna, ujarnya.

Usamah mengajak,para pimpinan dayah dan santri juga dewan guru untuk memanfaatkan momentum MQK ini dengan sebaik-baiknya, terutama dalam rangka memberi kabar kepada dunia, bahwa santri (aneuk meudagang) Aceh, ada dan akan ada di negeri ini sepanjang zaman, Santri Aceh bukan hanya berkhidmat kepada Agama, tetapi juga akan berkonstribusi untuk negeri.

Pemerintah Aceh terus meningkatkan komitmennya untuk memajukan Dayah di Aceh. Salah satu metode yang diterapkan pemerintah adalah lewat regulasi-regulasi yang pada akhirnya membuat Dayah semakin berkembang.

Data tahun 2018, mencatat jumlah dayah mencapai 1.136 unit. Jumlah tersebut tersebar hingga ke pelosok kampung. Banyaknya Dayah tersebut membuat lulusan kian banyak bahkan banyak di antara mereka yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi ternama, baik di dalam maupun luar negeri.

Beberapa bulan lalu, pemerintah telah melahirkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Regulasi itu merupakan sebuah sejarah baru karena merupakan bentuk pengakuan negara terhadap pesantren atau dayah.

Sebelumnya Pemerintah Aceh juga telah menetapkan Qanun Aceh Nomor 13 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Aceh sebagai dasar pembentukan Dinas Pendidikan Dayah Aceh. Selanjutnya, Pemerintah Aceh juga menetapkan Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2018 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Dayah.

Kedua Qanun itu merupakan bentuk perhatian serius Pemerintah Aceh terhadap penyelenggaraan pendidikan dayah. Dinas Pendidikan Dayah diberikan wewenang untuk melakukan pembinaan secara komprehensif. Mulai dari manajemen, kurikulum, tenaga kependidikan atau teungku-teungku dayah, sarana dan prasarana hingga para santri.

Dinas Pendidikan Dayah juga telah memberikan biaya pendidikan kepada 250 orang santri berprestasi. Selain itu, Pemerintah Aceh juga memberikan penghargaan Santri Award Tahun 2019 kepada lima penerima dalam bentuk piagam penghargaan dan hadiah umrah. Semoga MQK mampu memberikan sesuatu yang positif untuk dunia dayah dan menjadi agenda rutin dua tahunan pemerintah seperti halnya MTQ. Kalau tahun ini begitu “menggoda” selanjutnya?… []

.