Musannif Sarankan Pembubaran Dinas Dayah, Wasekjen PDA: Stetmen yang Sangat Tidak Patut

0

BANDA ACEH |LA – Wasekjen Partai Daerah Aceh (PDA), Marsyuddin Ishak, dalam rilisnya kepada Liputan Aceh, menyayangkan stetmen yang keluar dari salah satu anggota DPRA dari komisi VII, Musannif. Dalam sebuah pemberitaan di salah satu portal berita online lokal, Musannif menyarankan pembubaran Dinas Pendidikan Dayah dikarenakan lambannya proses dana hibah untuk rumah ibadat dan dayah.

Menanggapi berita tersebut Marsyuddin mengatakan sangat kecewa, karena menurutnya lambannya proses pencairan dana hibah dayah juga tidak lepas dari peran anggota DPRA. “Apalagi Musannif yang menjabat sebagai sekretaris komisi VII, seharusnya tahu persis bagaimana proses penganggaran tersebut.”

“Salah satu tugas yang dibidangi oleh komisi VII terkait dengan dinas pendidikan dayah, ucapan membubarkan sebuah dinas, karena adanya keterlambatan, sangat tidak patut keluar dari seorang sekretari komisi tersebut.” Ungkap Marsyuddin kecewa.

Dana hibah dayah yang bermasalah itu, terkait pokir atau asirasi dewan yang dimasukkan oleh anggota DPRA dengan tanpa mengikuti regulasi dan mekanisme tata cara penganggaran hibah yang semestinya. Jadi jangan menyalahkan TAPA secara sepihak ketika kesulitan memprosesnya.” Ujar Marsyuddin yang juga merupakan ketua Ikatan Dai Aceh in.

Bahkan Marsyuddin mengibaratkan, “Jangan karena ada nyamuk di dalam kelambu, malah kelambunya yang kita bakar. Ataupun gara-gara ada kutu busuk di kasur, kasurnya kita bakar sekalian. Itu benar-benar tidak sehat. Seharusnya beliau yang tahu letak masalahnya membantu proses ini. Bukan mengeluarkan stetmen aneh-aneh begini.” Pungkasnya.