Nasib Rohingya Terus Dicari Solusi

0
30

ACEH BESAR | LA – Sejumlah peserta ikut dalam mendiskusi serta membahas nasib Warga rohingnya, di Myannar dalam Forum Konsolidasi Ulama , LSM, dan Masyarakat Aceh peduli Rohingnya, yang berlangsung di Kantor MPU Aceh, Jumat, 8 September 2017.

Dalam Forum diskusi bersama itu, turut diikuti oleh beberapa LSM, Ormas, serta Pihak MPU Aceh.

Dalam acara itu, Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk . H Faisal Ali menjelaskan bahwa forum yang diselenggarakana pihaknya itu bukan lah sebuah acara yang di adakan oleh Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh.

“Kami kasih tau bahwasanya forum ini bukanlah yang adakan oleh MPU, akan tetapi ini adalah forum bersama kita para peduli Rohingya yang digagas oleh beberapa teman- teman ,Hanya saja tempatnya yang di fasilitasi oleh MPU,” kata Tgk Faisal Ali.

Ia juga mengatakan, bahwa terkait dengan kejadian yang selama ini dirasakan oleh Warga Etnis Rohingya , terhadap kejamnya pemerintahan Myanmar, merupakan hal yang sudah diketahui dunia, ujarnya.

“Kejamnya pemerintah Myanmar yang membunuh dan siksaan Etnis Rohingya oleh tentaranya, saya rasa semua sudah mengetahui,” katanya.

Maka dari itu, Ia mengharapkan bagaimana dengan diskusi yang dilakukan oleh pihaknya itu, dalam diskusi bersama para LSM, dan masyarakat Aceh, menurutnya supaya menghasilkan sebuah Output ataupun jalan keluar bagi warga rohingya, ajak Wakil Ketua MPU Aceh.

“Bagaimana, dalam diskusi ini bisa menghasilkan sebuah jalan keluar buat mareka yang selama ini menjadi korban pemerintahnya sendiri,”

Sementara Sekjend Huda, Tu Bulqaini juga menuturkan terkait dengan kekerasan yang selama ini dirasakan oleh warga etnis rohingya, menurutnya memang harus ikut terlibat dalam membantu terhadap apa yang dibutuhkan pihak tersebut.

” Kalau menurut saya , Sangat setuju jika ada kawan- kawan yang ingin berjihad ke sana ( Myanmar – Red),” kata Tu Bulqaini.

Kendati demikian, Ia juga menjelaskan jika memang ada yang ingin melakukan jihad ke negara Myanmar untuk membantu etnis Rohingya yang selama ini tertindas serta mendapat siksaan dari pemerintahnya. ” Harus juga memikirkan apa dengan kehadiran kita kesana membantu mareka atau ikut terbeban mareka lagi,” ujarnya.

Selanjutnya, dikatakan Tu Bulqaini jika memang ada untuk melakukan jihad ke negeri Myanmar harus terlebih dahulu terlatih, dan mengetahui betul terhadap cara tersebut, ” Jangan sampai nanti senjata makan tuan,” tutupnya.

IKHSAN M

 

 

BAGIKAN

KOMENTAR