Nilai-nilai Ikhsan Perlu Diadopsi Dalam Kebijakan Publik

0

ACEH | LA – Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Kapolri Irjen Pol. Dr. Gatot Eddy Pramono, M. Si.  mewakili Kapolri, Minggu (25/11) pagi menghadiri sekaligus menjadi narasumber pada musyawarah besar (Mubes)  III pengurus besar Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA)  yang digelar di hotel Grand Aceh Syariah, Lamdom Banda Aceh.

Asrena ketika menghadiri Mubes itu didampingi seorang moderator  dan Tgk M. Yusuf A. Wahab atau Ayah Jinieb.

Sementara tema yang diangkat dalam Mubes adalah ” Memperteguh Eksistensi Ulama Dayah dalam Merevitalisasi Peradaban Islam”.

Asrena dalam kesempatan itu menyampakan paparannya berjudul ” Peran Ulama dalam Antisipasi Radikalisme dan Terorisme”.

Isi dari paparan Asrena yaitu,  Paradigma hubungan internasional, Insurgency = Irregular warfare, Hasil survey terorisme dan Intoleransi, Terorisme di Indonesia, Strategi penanggulangan terorisme, Peran Polri dan Ulama serta Kesimpulan.

Selain itu, Asrena menyampaikan pentingnya peranan Ulama dalam menangkal paham radikalisme.

Dikatakannya, hadirnya ulama dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat terhadap paham radikalisme itu sendiri dirasakan cukup berpengaruh dan memberikan dampak yang positif.

“Sehingga dengan terjalinnya silaturahmi yang baik antara Polri dan ulama dalam memerangi paham radikalisme tersebut, diharapkan juga agar masyarakat tidak terjerumus ke dalam paham-paham radikalisme yang dapat memecahbelahkan bangsa Indonesia,” ujar Asrena.

Tak hanya itu, Ulama sendiri merupakan umara bagi masyarakat, apalagi bagi warga Aceh khususnya,  ia harapkan lewat ulama inilah dapat saling bahu membahu dalam menangkal radikalisme, sehingga tidak terciptanya perpecahan dan dapat memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat baik dalam segi kehidupan maupun dalam beribadah.

Kemudian Tgk. M. Yusuf A. Wahab atau Ayah Jinieb dalam paparannya mengatakan perlunya mengadopsi nilai-nilai ikhsan untuk dijadikan sebagai kebijakan publik.

“Saat ini juga sangat perlu kita memperkenalkan konsep islam ahlul sunnah waljama’ah dalam berbagai aspek kehidupan, terutama di bidang pendidikan, katanya.

Selanjutnya, beliau juga menjelaskan peran Dayah di Aceh saat ini adalah mencegah ajaran-ajaran dan pengaruh terorisme.

Dalam kesempatan itu juga diwarnai tanya jawab antara peserta mubes dengan narasumber.

Mubes III HUDA itu berlangsung dari 24 hingga 26 November 2018 dan dihadiri Wakapolda Aceh Brigjen Pol Drs. Supriyanto Tarah, M. M, Pejabat Mabes Polri,  Sejumlah Pejabat Utama dan  Perwira Polda Aceh lainnya.