Open BTS Vs Loon, Menkominfo: Tugas Menteri Nyenengin Masyarakat

0
393

080227100_1440055505-IMG_1143

JAKARTA – Sempat dianggap tak mendukung open BTS dan memilih balon internet Google, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara akhirnya buka suara.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah membuka opsi teknis apa pun yang mendukung percepatan akses ke masyarakat. Termasuk kerja sama Google Inc dengan 3 operator Indonesia untuk Project Loon.

“Jadi, saya tidak katakan saya support ini. Tapi, masa saya diam saja? Lagipula (Loon) juga belum proven. Saya melihatnya lebih kepada akses kepada teknologi. Operator cost apa? Cuma interkoneksi dan masalah teknis,” ucapnya ditemui kemarin malam, Rabu 4 November 2015 di Jakarta.

Disinggung soal perbedaannya dengan open BTS, Rudiantara mengaku belum pernah berbicara atau berdiskusi soal open BTS dengan pihak terkait.

“Sejauh yang saya dengar, open BTS di luar ini apakah ada numbering? Pelanggannya punya siapa? Loon itu tidak punya pelanggan jika beroperasi di Indonesia karena pelanggan seluler itu milik operator. Nah, saya tidak tahu, open BTS punya pelanggan atau tidak?” tanyanya lagi.

Perlu diketahui, open BTS merupakan perangkat jaringan yang dapat menjadi alternatif bagi wilayah-wilayah terpencil yang belum memiliki infrastruktur jaringan telekomunikasi.

Rudiantara menegaskan bahwa kehadiran Loon layaknya BTS operator, sedangkan open BTS bersifat terbuka. Pihaknya enggan memilih teknologi mana yang dinilai bagus karena baik Loon dan open BTS belum terlihat hasilnya.

“Penyediaan akses tidak harus pakai Loon. Saya terbuka dengan apa pun. Kalau lebih efisien atau bagaimana, itu kompetisi namanya. Kalau operator bisa jual lebih murah yang senang siapa? Masyarakat. Tugas menteri itu nyenengin masyarakat,” ujarnya. (liputan6.com)

(Cas/Isk)*

BAGIKAN

KOMENTAR