PAHAM dan PIARA Salurkan Bantuan Bagi Pengungsi Rohingya, Berikut Laporannya;

0
Saat PAHAM dan PIARA menyalurkan bantuan bagi pengungsi Rohingya di Exs gedung Imigrasi, Puenthet, Aceh Utara, Minggu, (28/06/20).

Aceh Utara | Liputanaceh.com – Pos Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia (PAHAM) Aceh Tengah dan Bener Meriah dipercaya oleh PAHAM pusat untuk menyalurkan bantuan bagi pengungsi Rohingya di Exs gedung Imigrasi, Puenthet, Aceh Utara, Minggu (28/06/20).

Dalam penyaluran bantuan tersebut, PAHAM juga bekerjasama dengan Pusat informsi dan advokasi Rohingya-Arakan (PIARA).

Direktur Pos PAHAM Aceh Tengah dan Bener Meriah Ni’mah Kurniasari, SH  menyampaikan hari kedua open donasi, PAHAM telah menerima dana bantun sekitar Rp 24.800.000,-.

“Ini dari kawan-kawan di luar Negeri tepatnya dari London ada masuk Rp 9.300.000,-,” ucap Direktur PAHAM, Aceh Tengah dan Bener Meriah Ni’mah Kurniasari.

“Alhamdulillah, banyak yang peduli dengan pengungsi Rohingiya, banyak yang mengkonfirmasi akan membantu,” ungkap Ni’mah

Lebih lanjut Ni’mah menerangkan, bahwa, tim pada gelombang pertama membawa donasi diantaranya hasil bumi Gayo dan perlengkapan sanitasi perempuan dan anak.

“Ada sebagian kecil buah-buahan dan kentang, perlengkapan anak dan perempuan, kebutuhan pribadi , dan lainnya,” terang Nikmah.

Adapun laporan yang disampaikan PAHAM dan PIARA berdasarkan informasi yang diperoleh saat menyalurkan bantuan antara lain;

Jumlah pengungsi  99 jiwa, laki-laki  dewasa 17 orang, perempuan  dewasa  49 orang, anak laki-laki 10, anak perempuan  22, bayi perempuan 1 orang.

Berangkat dari Bangladesh  pada akhir bulan Februari  dan sebagian pada awal bulan Maret.

Dalam perjalanan satu kapal terdiri dari 99 orang yang masih hidup dan 15 orang meninggal di kapal dan kemudian jenazahnya dibuang ke laut.

Dalam masa perjalanan mereka di kapal, makanan dan sanitasi yang tersedia sangat terbatas, sehingga banyak yang sakit.

Tujuan mereka adalah ke Malaysia namun di perairan  mesin mereka mati dan kemudian kapal dibawa ombak/angin ke perairan Aceh Utara.

Mereka ke Malaysia ingin mengadu nasib mencari pekerjaan karena tidak memungkinkan lagi tinggal di Rohingnya akibat tidak ada kepastian keamanan diri dan keluarga.

Hal ini di ungkapkan oleh Zaiburrahman, dari desa Maundu etnis Rohingnya, usia 34 tahun. Rahman dia di panggil, pergi bersama seorang adik perempuannya yang berusia 20th. Sementara   anak, istri, dan orang tuanya tinggal di Bangladesh.

Keterangan ini juga di dapat dari Karim, 25tahun  etnis Rohingnya, yang berangkat sendiri tanpa ada keluarga yang ikut serta.

Diantara para pengungsi mereka berdualah (Rahman dan Karim) yang bisa berbahasa Melayu.

Dan seorang gadis perempuan bisa berbahasa Inggris sedikit (namun kami tidak tahu namanya).

Karim menambahkan bahwa  mereka menyewa kapal tersebut dari seorang Bangladesh, dengan perjalanan yang ditempuh selama kurang lebih 4 Bulan 10 hari.

“Demikian laporan dari kami, berdasarkan informasi yang kami terima saat di lokasi,” jelas Ni’mah.

Ni’mah Kurniasari juga mohon do’a semua pihak agar dapat menyalurkan kembali bantuan untuk pengungsi Rohingya.

“Mohon doa dan dukungan dari semuanya, semoga kami bisa menyalurkan kembali bantuan untuk pengungsi asal Rohingya dan kembali ke Takengon dengan selamat,” Pinta Ni’mah Kurniasari.