Pangdam IM Sambut Kedatangan Kasad

0

ACEH BESAR |LA – Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayjen TNI Teguh Arief Indratmoko menyambut kedatangan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Andika Perkasa di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar, Rabu (28/8/19).

Kasad beserta Ibu Ketua Umum Persit KCK Ny Hetty Andika Perkasa dan pejabat Mabesad juga disambut  Ketua Persit Kartika Chandra Kirana PD Iskandar Muda, Kasdam IM, Kapok Sahli dan pejabat utama Kodam IM, Danlanud SIM, Kapolda Aceh, Wali Nanggroe, Plt Gubernur Aceh, Kajati serta Forkopimda Aceh.

Kasad beserta ibu juga disambut dengan pengalungan bunga, menerima Handbucket dari pasangan adat Aceh (Agam dan Inong) serta tari Ranup Lampuan yang merupakan salah satu tarian tradisional Provinsi Aceh, selanjutnya Kasad beserta ibu mengikuti tradisi Peusijuk.

Kedatangan Kasad beserta ibu ke Aceh dalam rangka kunjungan kerja ke Kodam Iskandar Muda.

Dari Bandara SIM, selanjutnya rombongan langsung ke Museum Tsunami dan Kapal PLTD Apung. Museum Tsunami Aceh adalah sebuah museum di Banda Aceh yang dirancang sebagai monumen simbolis untuk bencana gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia 2004 sekaligus pusat pendidikan bencana dan tempat perlindungan darurat andai tsunami terjadi lagi.

Museum ini merupakan sebuah struktur empat lantai dengan luas 2.500 m² yang dinding lengkungnya ditutupi relief geometris. Di dalamnya, pengunjung masuk melalui lorong sempit dan gelap di antara dua dinding air yang tinggi – untuk menciptakan kembali suasana dan kepanikan saat tsunami. Dinding museum dihiasi gambar orang-orang menari Saman, sebuah makna simbolis terhadap kekuatan, disiplin, dan kepercayaan religius suku Aceh. Dari atas, atapnya membentuk gelombang laut. Lantai dasarnya dirancang mirip rumah panggung tradisional Aceh yang selamat dari terjangan tsunami.

Sedangkan kapal PLTD Apung adalah kapal generator listrik milik PLN di Banda Aceh, Indonesia, yang saat ini dijadikan tempat wisata, yang dikenal dengan nama “Kapal Apung”. Kapal ini memiliki luas sekitar 1.900 Kilo Meter Persegi, dengan panjang mencapai 63 Meter.

Kapal berbobot 2.600 ton ini sebelumnya berada di laut tepanya dipelabuhan penyeberangan Ulee Lheuh, tempat berdirinya sekarang (Punge Blang Cut, Jaya Baru, Kota Banda Aceh).

Pada Minggu 26 Desember 2004 sekitar pukul 8:45 WIB kapal ini terseret 2,4 km ke daratan akibat gempa bumi dan gelombang tsunami setinggi 9 meter. Sampai saat ini berada didaratan jauh dari pantai, sehingga dijadikan sebagai museum atau monumen PLTD Kapal Apung.