Pansus DPRK Aceh Selatan: Pekerjaan Pembangunan PPI Lhok Reukam, Diduga Dimonopoli Oknum Rekanan dan Menggunakan Material Tanpa Izin Galian C

0
Pansus DPRK Aceh Selatan, saat meninjau lokasi pelaksanaan pekerjaan pembangunan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Lhok Reukam, Kec. Tapaktuan, Kab. Aceh Selatan. (Foto/Z).

Tapaktuan | Liputanaceh.com – Pansus DPRK Aceh Selatan menilai pelaksanaan pekerjaan pembangunan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Lhok Reukam dimonopoli oleh oknum rekanan tunggal, sepanjang tahun oknum tersebut terus yang mengerjakan.

Menurut rilis Anggota Pansus II DPRK Aceh Selatan, Zamzami, via WA kepada media ini Kamis, (14/05/2020) menyebutkan, bahwa kegiatan sebelumnya berupa pembanguna PPI Lhok Reukam dan Kegiatan Pengerukan Kolam Pelabuhan Labuh PPI Lhok Reukam yang nilainya milyaran rupiah oleh CV. Saudara Jaya yang bersumber dari Otsus dan APBK tahun 2016 dan 2017.

Kemudian dilokasi tersebut kembali dibangun berupa Pengerukan dan Pembangunan Revertmen PPI Lhok Reukam oleh CV. Andelkam Jaya senilai 1.895 Milyar yang bersumber dari Otsus Kabupaten tahun 2019. Pada CV. Andelkam Jaya, oknum rekanan itu sebagai Wakil Direktur dan pada CV. Saudara Jaya oknum tersebut sebagai Direktur.

Pembangunan PPI tersebut diduga tanpa menggunakan material yang tidak memiliki izin Galian C. “Batu gajahnya diambil di sebelah lokasi, bagaimana dengan kajian Amdal nya?, pembayaran kuarinya? perizinan tambangnya? serta jarak tempuhnya? Kalau ini didiamkan maka cuma dia dan Tuhannya yang tau” sesal Zamzami.

Pengerukan yang dilakukan berulang, kami minta kepada pihak teknis untuk melakukan hitungan pekerjaannya ini. “Kan itu-itu saja pengerukannya, bagaimana volume pengerukannya, harus harus dihitung ulang karena ada potensi kurang volume dan berpotensi merugikan negara disini, belum lagi Revertmennya,” tambah Zamzami.

Temuan dalam Pansus ini, kami berharap pihak penegak hukum untuk menginvestigasi proyek PPI tersebut dan kami akan merekomendasikan ke Pimpiman untuk membentuk tim teknis guna mendalami persoalan ini.