Pantai Wisata Lhoknga Sepi Pengunjung, Pedagang Mengeluh, Ternyata Ini Sebabnya

0
6344

Aceh Besar | LA – Sejumlah pedagang yang mencari nafkah di tepi pantai Lhoknga mengeluh, karena sepinya kunjungan wisatawan di kawasan tersebut. Keluhan itu disampaikan salah seorang pedagang bernama Yana (nama panggilan), kepada LIPUTANACEH.COM pada Sabtu 30 September 2017.

“Dulu disini kami selalu kedatangan banyak pengunjung yang ingin menikmati suasana pantai Lhoknga, baik siang maupun sore hari. Kalau hari Sabtu dan Minggu itu kadang dari pagi sampai sore atau dari siang sampai sore selalu ada orang,” terang Yana.

Namun saat ini kondisi keramaian sama sekali tidak pernah dirasakan lagi seperti dulu. Menurut pengakuannya, sepinya pengunjung ke salah satu kawasan pantai wisata di Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar ini, akibat adanya kutipan tiket masuk ilegal oleh sejumlah orang yang mengaku menjalankan aturan gampong.

“Kami tidak tahu apakah itu uangnya benar-benar disetor ke gampong atau tidak, tapi yang jelas setiap orang yang ingin berkunjung disini pasti diwajibkan bayar tiket masuk. Kalau pakai motor itu misalnya dua orang harus bayar 3.000/orang, atau kalau pakai mobil orangnya cuma dua, maka harus bayar 10.000 rupiah,” jelasnya.

Saat ditanya apakah para pedagang sudah pernah melaporkan hal itu kepada pihak aparat gampong, dengan wajah sedih, Yana mengaku tidak berani karena takut diganggu oleh orang yang tidak bertanggung jawab. “Kami tidak berani, takutnya nanti diganggu, karena kami pernah juga bicara dengan mereka, mereka tidak merespon dengan baik dan bahkan terkesan cuek, apalagi yang jualan disini tidak kompak karena ada sebagian kenal dengan mereka (pengutip uang masuk-red),” ungkapnya.

Wartawan LIPUTANACEH.COM bahkan juga diminta harus membayar tiket masuk ke pantai saat hendak meliput keindahan pantai Lhoknga di sore hari. “Bayar dulu bang, satu orang tiga ribu, dua orang enam ribu rupiah atau boleh lima ribu,” minta salah seorang pemuda yang datang secara tiba-tiba saat wartawan mulai mematikan mesin kendaraan.

Saat diberikan uang tunai sebanyak enam ribu rupiah, ternyata pemuda tersebut hanya menyodorkan selembar tiket saja yang bertuliskan tiket masuk Rp. 3.000,- Pasie Jalang, dengan nomor kosong dan tanpa stempel sama sekali. Menurut penjelasan pedagang lainnya, tiket itu ilegal karena tidak ada kejelasan sama sekali siapa yang menerbitkan tiket tersebut.

Lembaran tiket masuk yang diduga ilegal. Foto : LA

Kondisi ini juga dikeluhkan sejumlah pengunjung, seperti yang disampaikan Agus, salah seorang pengunjung yang sedang duduk meneguk minuman kelapa muda dingin sambil menikmati indahnya suasana pantai Lhoknga di sore hari.

“Ini sih lucu bang, soalnya ini kan kita disamping jalan, tapi diminta bayar tiket masuk, emang kita masuk kemana, kan tidak ada pagarnya? Kalau sekedar uang parkir okelah tidak masalah,” keluh Agus.

Agus juga mempertanyakan, siapa yang akan bertanggung jawab apabila terjadi kehilangan kendaraan. “Karena kita tidak tahu siapa penanggung jawabnya, di tiket juga tidak ditera siapa penerbit tiket ini, stempel juga tidak ada,” sebutnya.

Pemerintah diminta segera melakukan penertiban terhadap oknum yang dianggap telah berkontribusi dalam mengurangi kunjungan wisatawan ke pantai Lhoknga agar roda perekonomian pedagang setempat tidak terganggu. “Kami harap pemerintah atau pihak bertanggung jawab agar dapat menertibkan mereka, karena ini meresahkan kami pedagang, tolong ya dik dibantu,” harap War, pedagang lainnya.

Saat berita ini dilansir, LIPUTANACEH.COM belum melakukan konfirmasi kepada pihak terkait terhadap adanya pungutan uang masuk kepada pengunjung yang ingin menikmati suasana pantai Lhoknga sebagaimana disampaikan sejumlah pedagang tadi. Kondisi ini disebut-sebut telah lama berlangsung tanpa ada larangan dari pihak manapun. (H)

BAGIKAN

KOMENTAR