Partai NasDem Terjungkal di Banda Aceh

0
ilustrasi

BANDA ACEH |LA – Fenomena merosotnya perolehan kursi Partai NasDem hampir terjadi di semua daerah, tak terkecuali di Kota Banda Aceh. Bayangkan, partai besutan Surya Paloh ini kian terjungkal karena hanya memperoleh tiga kursi pada Pileg 2019 atau menyusut dua kursi dari Pileg 2014 silam.

Berdasarkan hasil pleno C1, Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Banda Aceh beberapa waktu lalu, tiga kursi milik Partai NasDem masing- masing di Dapil Baiturrahman- Lueng Bata, diisi oleh sang petahana, Abdul Gafur.

Lalu, kursi kedua di Dapil Meuraxa – kutaraja, yang direbut oleh pendatang baru, Danil A Wahab dan kursi ketiga di Dapil Ulee Kareng- Syiah Kuala yang berhasil dipertahankan oleh Heri Julius.

Padahal, pada Pileg 2014 silam, perolehan kursi Anggota DPRK Banda Aceh dari Partai NasDem terdapat di semua Dapil di Kota Banda Aceh atau memperoleh lima kursi. Itu sebabnya, saat itu, Partai NasDem memperoleh satu kursi Wakil Ketua DPRK Banda Aceh yang diduduki oleh Heri Julius.

Sebaliknya, perolehan kursi DPRK Banda Aceh dari partai lain bertambah secara signifikan. Misal, dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang sebelumnya mendapat empat kursi bertambah menjadi enam kursi. Otomatis, PKS akan memperoleh kursi Ketua DPRK Banda Aceh.

Selanjutnya, Partai Gerindra juga memperoleh tambahan kursi secara signifikan pada Pileg 2019 ini. Masing-masing, di Dapil Baiturrahman- Lueng Bata yang diisi oleh T. Arif Khalifah dan di Dapil Banda Raya – Jaya Baru milik Ramza.

Selebihnya, Partai Amanah Nasional (PAN) dan Partai Demokrat masing – masing memperoleh lima kursi atau satu kursi per Dapil. Otomatis, untuk dua kursi Wakil Ketua DPRK Banda Aceh akan diisi oleh PAN dan Partai Demokrat. Sementara, Partai NasDem tak lagi memperoleh kursi pimpinan karena telah direbut oleh PKS, Partai Demokrat dan PAN.*