Paska MoU, Pembangunan di Aceh Tidak Fokus

0
263

BANDA ACEH | Pasca 10 tahun perdamaian antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Pemerintah Republik Indonesia, Pemerintah Aceh masih belum mampu memberikan dampak yang signifikan bagi pembangunan di Aceh.

Mantan Ketua Tim Aceh Monitoring Mission (AMM), Pieter Feith mengkritik Pemerintah Aceh paska 10 tahun perdamaian belum bisa membawa Aceh ke arah yang cemerlang.

“Bahkan pembangunan ekonomi pun masih belum maju,” kata Piter Feith saat menggelar konferensi pers di ruang Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Banda Aceh, Rabu (12/8/2015).

Pieter Feith  mengatakan hal tersebut tidak terlepas dari belum adanya blue print yang dirancang oleh Pemerintah Aceh dalam merencanakan pembangunan ekonomi untuk mensejahterakan rakyat.

“Sehingga yang terjadi pola pembangunan di Aceh selama 10 tahun tidak fokus dan belum ada skala prioritas,” ungkapnya.

menurutnya Pemerintah Aceh harus segera melakukan evaluasi agar kedepan Aceh bisa jauh lebih baik.

“Perdamaian itu sejatinya sejauh mana bisa meningkatkan kesejahteraan, membuka lapangan pekerjaan, baik untuk mantan kombatan GAM maupun masyarakat pada umumnya,” ujarnya.

“Kekurangan Aceh sekarang adalah tidak memiliki blue print, sehingga pembangunannya tidak fokus,” tambah Pieter Feith.

Pieter Feith bersama Mediator MoU Helsinki Special Advisor AMM, Juha Christensen datang ke Aceh dalam rangka memantau dan memonitoring perkembangan perdamaian di Aceh. Termasuk menghadiri peringatan 10 tahun perdamaian yang telah berlangsung di Aceh.