PDDA Tolak dan Kecam Aktivitas LGBT di Aceh

0
PDDA Tolak LGBT di Aceh. Foto: Liputanaceh

Banda Aceh | LA – Hari ini (Selasa 23 Mei 2017), masyarakat Aceh baru saja menyaksikan pelaksanaan hukuman cambuk bagi sepasang gay pasangan homoseksual yang dalam bahasa istilah agama disebut liwath atau pasanagan sesama jenis, di depan Masjid Syuhada Gampong Lamgugop, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, sekitar pukul 11.50 WIB siang tadi.

Menanggapi peristiwa tersebut, Pemuda Dewan Dakwah Aceh (PDDA) menggelar aksi damai menolak peristiwa tersebut terulang di Aceh. Hendri Irawan, selaku Koordinator Aksi Pemuda Dewan Dakwah Aceh (PDDA) dalam penyampaiannya di lokasi tempat para pelaku LGBT dicambuk, mengaku menolak keras terhadap kehadiran pelaku LGBT dan mengecam penuh terhadap pelaku dan aktivitas komunitas homoseksual yang marak terjadi di Aceh baru-baru ini.

“Kasus LGBT ini telah mencoreng dasar nilai agama dan norma yang berlaku di Aceh. Semoga kedepan tidak terjadi lagi kasus LGBT dan Homoseksual di Aceh. Sayamengimbau kepada seluruh tokoh agama dan masyarakat agar terus bersinergi bersama dalam membasmi LGBT ini di Aceh,” kata Hendri.

Senada dengan Hendri, Ketua KP (Kebijakan Publik) PDDA, Heri Safrijal, S. Ip, mengatakan, hukuman cambuk tersebut dijalankan sesuai dengan Syariat Islam yang berlaku di Aceh. Ketika hukuman cambuk diberikan bagi keluarga korban, bisa saja tidak menerimanya, namun inilah bentuk dan buktinya bahwa Aceh tetap komitmen dalam menjalankan Qanun Jinayah,” cetus Heri.

Heri berharap, dengan diberlakukannya hukuman cambuk di Aceh, dapat menjadi pengalaman dan pelajaran bagi semua masyarakat Aceh. “Kita berharap para orang tua dan keluarga harus benar-benar menjaga dan memberikan ilmu agama kepada anaknya. Kemudian baik pemerintah, Da’i, tokoh agama, masyarakat, stakeholder, pemuda dan seluruh rakyat Aceh, agar lebih banyak bersinergi dalam melakukan sosialisasi di kalangan muda terhadap dampak bahayanya aktivitas LGBT yang sering meresahkan masyarakat, khususnya masyarakat Aceh,” jelasnya mantan Sekjend Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsyiah tersebut. (AR/H)