PDIP Sindir Prabowo: Apa yang Bibesarkan Kalau Semua Dikerdilkan?

0
11
Prabowo Subianto. Foto: Liputan6

LA – Pidato Prabowo Subianto di Rakernas Lembaga Dakwah Islam Indonesia, Kamis (11/10), lalu mengenai ekonomi kebodohan di Indonesia menuai kontroversi. Salah satu yang menyoroti yakni Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Budiman Sudjatmiko.

Menurut Budiman, sekarang ini Indonesia justru sedang optimis menjalankan ekonomi berbasis kecerdasan di revolusi industri keempat menggunakan tenaga digital dan biologi.

“Saat Indonesia ingin memacu kecerdasan alami, kecerdasan buatan bangsa Indonesia berbasis big data, malah Pak Prabowo bicara soal kebodohan,” jelasnya di Jakarta, Jumat (12/10).

“Terus yang mau dibuat Indonesia jadi besar itu apa? Kalau kemudian narasinya mengkerdilkan diri, tapi menginginkan Indonesia Great Again,” kata Budiman yang juga Timses Jokowi-Ma’ruf Amin ini.

Budiman mengandaikan Indonesia sebagai negara yang sedang berpacu bersama negara lainnya menggunakan kekuatan big data. Yaitu, data besar yang dapat diakses dan diolah dengan baik oleh pihak berkepentingan untuk tujuan memajukan ekonomi.

Dia berpendapat, tidak ada kata mundur dari revolusi industri keempat ini jika Indonesia tidak ingin ketinggalan.

“Nah saya pikir Pak Prabowo baik tidak mengajak berhenti dari rombongan orang yang mau ke revolusi Industri 4.0. Saya kira apa yang dibesarkan kalau semua dikerdilkan,” ujarnya.

Menurutnya, Jokowi ingin Indonesia sebagai negara berkembang maju dan memasuki wilayah industri keempat dengan memadukan tenaga digital dan biologi. Asalkan negara berkembang seperti Indonesia mampu menjaga kedaulatan data dan mengolahnya dengan benar, maka Indonesia layaknya ladang minyak besar di dunia.

“Nah Indonesia punya ladang data, ladang data itu adalah sumber pertumbuhan ekonomi. Siapa yang menguasai data akan menguasai dunia,” tandasnya.

Merdeka.com/Liputan6

BAGIKAN

KOMENTAR