Peduli Situs Cagar Budaya Aceh, Teuku Riefky Harsya Bertemu Mendikbud RI Minta Proyek IPAL di Gampong Pande Dihentikan

0
31

Aceh | LA – Ketua Komisi X DPR RI Teuku Riefky Harsya, dikenal sebagai sosok anggota DPR RI asal Aceh yang sangat peduli terhadap pendidikan, kebudayaan dan pariwisata di Aceh, Teuku Riefky diketahui selalu angkat suara ketika ada permasalahan berhubungan dengan Aceh.

Besarnya kepedulian Teuku Riefky Harsya terhadap Aceh bahkan sering menjadi sorotan masyarakat Aceh kepada Politisi dari Partai Demokrat itu. Banyak pihak mengaku mengapresiasi apa yang dilakukan Teuku Riefky dalam memberikan perhatiannya terhadap Tanah Rencong.

Riefky bahkan mendirikan rumah aspirasi yang diberi nama Rumah Aspirasi TRH, yang berada di Jln. Munira No. 11 Desa Lam Ara, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh dalam rangka menyerap aspirasi rakyat.

Hari ini, Ketua Komisi X DPR RI itu kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap Aceh, yakni dengan bertemu langsung Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI dalam rangka membahas penyelamatan situs cagar budaya Aceh yang terancam akibat adanya proyek Instalasi Proyek Air Limbah (IPAL) di kawasan gampong Pande, Banda Aceh.

Dalam pertemuan bersama Mendikbud RI itu, Teuku Riefky Harsya meminta Mendikbud RI segera menurunkan Tim Penyelamatan Situs Kerajaan Islam Aceh Abad ke 1205 M di Gampong Pande, Banda Aceh, serta mengambil langkah-langkah strategis termasuk berkoordinasi dan mencari solusi dengan Kementrian lain untuk mengevaluasi kembali Proyek IPAL (Instalasi Proyek Air Limbah) yang di bangun oleh Pemerintah Pusat di kawasan itu.

“Kita tidak mau keberadaan situs cagar budaya dan situs kerajaan Islam di Aceh ini menjadi rusak akibat adanya proyek tersebut, sehingga kita langsung bergerak setelah mendapatkan aduan dari masyarakat agar proyek ini segera dihentikan dan dialihkan ke tempat lain,” terang Riefky.

Dalam pertemuan itu, Teuku Riefky Harsya juga menyerahkan sebuah berkas dokumen aspirasi rakyat Aceh tentang penyalamatan Situs Sejarah Gampong Pande. “Kita minta pak Menteri segera melakukan koordinasi dengan kementerian lainnya dan menurunkan tim agar proyek ini segera dihentikan demi menjaga situs penting ini,” pungkas Riefky. (Hidayat Pulo)