Pegiat Budidaya Jamur Tiram di Tengah Pandemi Covid

0

Liputanaceh.com, Subulussalam Utara | Pendemi Covid-19 yang melanda mampu merontokkan sendi perekonomian di Tanah Air, terlebih pada sektor usaha. Namun, hal ini tidak dirasakan oleh Pak Indra SE salah satu anggota KSM Berkah Levelihood PPMK dimana tujuan dari program sendiri adalah untuk peningkatan mata pencaharian keluarga dan pak Indra juga seorang pembudidaya jamur Merang di Kota Subulussalam tepatnya di Kampong Subulussalam Utara ini tetap bertahan, bahkan kini mulai bangkit kembali setelah sempat merasakan pahit atas menurunnya daya beli warga dan perekonomian dalam beberapa bulan terakhir ini.

Di samping itu, saat banyaknya usaha kecil tidak dapat menjalankan usahanya secara maksimal, Indra,SE salah satu petani jamur dan juga merupakan panitia KSM Berkah Livelihood PPMK merupakan warga kampong Subulussalam Utara Kota Subulussalam, justru tetap beraktivitas seperti biasa,dimana dirinya tetap memproduksi baglog jamur yang merupakan media tanam jamur untuk mendapatkan jamur dengan kualitas terbaik setiap hari indra bisa memanen jamur rata-rata 12 kilo/hari dengan kisaran harga per kilonya adalah Rp 40.000 dan dia juga sudah memiliki pelanggan tetap yang mayoritas adalah para padagang keliling kota subulussalam atau sering disebut juga along-along.

Meski pun pandemi ini telah memberikan dampak menurunnya omzet penjualan yang diperoleh dengan dibandingkan sebelum wabah berlangsung, namun bisnis budidaya jamur yang dilakukannya sejak 2016 lalu, hingga saat ini menjadi salah satu bisnis yang tetap bertahan dari keterpurukan ekonomi akibat wabah covid 19.

Koordinator BKM Hidayatullah Kampong Subulussalam Utara Pak Jamiul,ST menjelaskan pak indra yang merupakan anggota KSM Berkah diharapkan dapat dan bisa jadi motor penggerak bagi warga lain khususnya.

Fasilitator sosial KOTAKU Herizal Yanur,SE juga memberikan motifasi kepada penggiat usaha mikro kecil menengah (UMKM) khususnya warga kampong subulussalam utara supaya konsisten dan jeli dengan usahanya.

Dengan ini, Indra SE pun mengajak para pelaku usaha kecil menengah lainnya dan juga khususnya kepada penerima mafaat dari infrastruktur livelihood dilokasi pembangunan pasar rakyat nantinya untuk tidak menyerah saat-saat masa pandemi seperti saat ini, menurutnya jika mau berusaha dan tidak mudah menyerah, maka akan mendapatkan hasil yang diinginkan.