Pelantikan MPM  Unsyiah Ricuh, ini kata Peserta Sidang

0
209
IST

BANDA ACEH |LA -Pelantikan MPM Universitas Syiah Kuala , yang berlangsung  di gedung Gelanggang Mahasiawa kampus setempat, pada Selasa 26 september 2017 sempat terjadi kericuhan. Pelantikan ini rencananya akan melantik wahyu rezky Annas sebagai ketua umum, Agung Wiranto selaku sekretaris Jenderal dan Ridho Fatwa sebagai bendahara.

Namun ketika proses pelantikan ini sedang berlangsung,  sebagian mahasiswa menolak proses pelantikan ini hingga terjadi kericuhan antara mahasiswa yang dulunya mereka sebagai peserta sidang pemilihan struktur MPM dengan pihak keamanan setempat. Akhirnya tindakan adu mulut dan saling beradu argument tidak terelakkan.

Menurut sebahagian mahasiswa yang menolak mereka mengatakan bahwa struktur MPM-U tersebut tidak sah karena dalam persidangan telah terjadinya banyak keganjalan selama proses sidang, seperti adanya PAW secara online.

Dalam PAW tersebut seorang anggota DPM -U dari FKP di PAW hanya melalui telepon dan langsung di sahkan oleh Wakil Rektor III. Bahkan ketua sidang dan salah satu peserta sidang di ancam akan di keluarkan dari ruangan oleh Wakil rektor III jika masih menggugat. Akibatnya sebagian dari anggota MPM menolak hasil sidang karena cacat hukum sebab telah terjadinya kecurangan dalam sidang pemilihan dulunya.

Eka Risya salah seorang mahasiswi yang menolak proses pelantikan MPM-U dikarenakan menurutnya banyak terjadi kejanggalan.

”Selain itu, dalam proses pelantikan kemarin banyak sekali kejanggalan-kejanggalan yang terjadi seperti tidak ada pembacaan SK anggota MPM tetapi hanya strukturnya saja dan tidak adanya serah jabatan dari ketua MPM sebelumnya ke ketua MPM sekarang,” katanya dalam rilis diterima Liputanaceh.com, Rabu 27 September 2017.

Ia juga menceritakan konologi kejadian kericuhan berawal dari beberapa anggota MPM yang ingin masuk  ke   ruang pelantikan namun di tahan oleh penjaga keamanan dengan menjepit salah seorang anggota MPM  yang  bernama sulastri, ujarnya.

“Sulastri dijepit oleh dua orang pihak keamanan.  Karena melihat kawannya dijepit, anggota MPM yang lain mencoba membantu sehingga terjadi aksi dorong pintu kaca, akibatnya pintu tersebut pecah  dan melukai tangan 3 orang anggota MPM yaitu inas, yulia dan rizki.,” kata Eka yang juga salah seorang mahasiswi peserta sidang.

Kemudian setelah itu, disampaikan Eka  semakin banyak jumlah mahasiswa yang datang ke gedung pelantikan sehingga kericuhan semakin tidak terkendali. “Bahkan salah seorang mahasiswi mengalami tamparan ketika sedang berdemontrasi,”

Maka dari itu, kata Eka,  pada akhirnya setelah melakukan demontrasi dan suasana semakin tidak kondusif, Para mahasiswa yang menolak pergi meninggalkan gedung gelanggang, pungkasnya. (Rel)

BAGIKAN

KOMENTAR