Pembelian Pesawat di Nilai Tidak Tepat Sasaran

0
32
Ilustrasi PesawatTerbang

JAKARTA | LA–  Pemerintah Aceh berencana membeli 6 unit pesawat kecil jenis Shark Aero. Rencana itu tercantum dalam anggaran KUA-PPAS dalam perubahan APBA 2017, yang sedang menuai berbagai polemik dikalangan masyarakat.

Enam unit pesawat tersebut dengan harga Rp 12 miliar harus diorder terlebih dahulu. Untuk mengorder pesawat itu pemerintah Aceh harus membayar uang muka sebesar 30 persen yaitu Rp 4,5 miliar.

Menanggapi hal tersebut, aktifis muda asal aceh boihaqqi muchdijah yang juga mantan bendahara umum PB PII PUSAT menilai rencana pembelian pesawat tersebut  tidak tepat sasaran.

“Karena masih banyak hal lain yang mendesak dibutuhkan pengalokasian dana. Pembelian pesawat itu adalah sesuatu yang tidak penting, pemborosan anggaran di tengah-tengah kemiskinan dan pengangguran masih tinggi di Aceh,” kata Boihaqqi , Jumat 22 September 2017.

Pemuda aceh kelahiran pidie jaya 26 tahun silam ini juga menyatakan, ada banyak kebutuhan lain yang mesti diperhatikan oleh Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf.

” Seperti mengalokasikan dana untuk guru honor dan tenaga honorer di sekolah seperti penjaga sekolah, cleaning service harus sesuai Upah Minimum Provinsi (UMP) dan sejumlah kebutuhan penujung meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh,” katanya. (rel)

BAGIKAN

KOMENTAR