Pemerintah Aceh Santuni Keluarga Korban Jatuhnya Lion Air JT 610

0
22

ACEH SELATAN | LA  – Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), mengunjungi langsung kediaman almarhum Muhammad Nasir bin H Huzaifah, korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang beralamat di Gampong Jambo Apha, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, Selasa (6/11/2018).

Tiba di rumah duka, rombongan yang dipimpin oleh Dinas Sosial Aceh Drs Alhudri MM melalui Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Yusri S.Sos disambut langsung oleh orangtua almarhum H. Huzaifah bersama keluarga, Kepala Dinas Sosial Aceh Musni Yakop,  dan Kepala Pelaksana BPBD Aceh Selatan Cut Syazalisma.

Yusri dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah Aceh mengucapkan turut belasungkawa atas musibah yang menimpa almarhum dan berharap agar keluarga yang ditinggalkan tabah melepaskan kepergian almarhum.

“Kami atas perintah Pak Plt Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah MT hadir di sini untuk menziarahi dan turut belasungkawa yang mendalam,” kata Yusri.

Yusri mengungkapkan, sejak beredar informasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah langsung memerintahkan Kepala Dinas Sosial Aceh dan BPBA untuk memastikan apakah ada warga Aceh yang turut menjadi korban. Namun, karena belum mendapat informasi valid dari musibah tersebut, pihaknya belum bisa menjawab pertanyaan Plt Gubernur Aceh tersebut.

“Namun setelah mengetahui ternyata ada warga Aceh yang turut jadi korban, baru kemudian kami sampaikan ke Pak Plt Gubernur Aceh.”

“Begitulah sangat pernantiannya Bapak Plt Gubernur Aceh atas musibah ini. Kamudian kami langsung diutus kemari,” jelas Yusri.

Dalam kesempatan itu Yusri juga mengatakan, Pemerintah Aceh turut membawa sedikit santunan untuk kelurga almarhum Muhammad Nasir.

“Jika dilihat jumlahnya memang tidak seberapa. Tapi inilah bentuk perhatian kami dari Pemerintah Aceh,” kata Yusri.

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Aceh Selatan Cut Syazalisma yang masih kerabat dekat korban mengucapkan terimakasih atas kunjungan dan bantuan dari Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh dan BPBA Provinsi Aceh.

“Terimakasih telah mengunjungi kami, ini adalah musibah kita bersama yang juga musibah nasional bahkan menjadi  perhatian internasional,” kata Cut Syazalisma, sepupu korban.

Kepergian almarhum meninggalkan seorang isteri, Dian Daniati, dan seorang anak Mishary Qaddafi Al Rasyid yang masih berusia 1,5 tahun.

Saat menjadi  korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610, almarhum bekerja di PT Sona Medika, perusahaan yang bergerak di bidang alat – alat kesehatan.

“Dia juga manajer promosi. Kehadiran almarhum di perusahaan tersebut sangat  mendongkrak penjualan alat-alat kesehatan di perusahaan tersebut. Pihak perusahaan mengaku ke kami sangat kehilangan almarhum,” ujar Cut Syazalisma. (ikhsan)

BAGIKAN

KOMENTAR