Pemkab Aceh Utara Larang Wanita dan Anak Keluar Malam

0

ACEH UTARA I LA- Pemerintah Aceh Utara menyerukan kepada anak usia 17 tahun ke bawah tidak dibenarkan berkeliaran pada malam hari dan pada jam belajar tanpa didampingi orang tua/wali. Begitu juga kaum perempuan tidak dibenarkan berkeliaran pada malam hari tanpa didampingi suami atau mahram.

Demikian hasil deklarasi dan penandatanganan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama 28 organisasi masyarakat (Ormas) yang tergabung dalam Forum Silaturrahmi Ormas se-Aceh Utara . Prosesi deklarasi dan penandatanganan tersebut berlangsung usai shalat Zuhur berjemaah di Masjid Agung Baiturrahim Lhoksukon, Rabu (10/7/2019).

Tgk. Zulfadhli Al-Wahidy atau akrab disapa Waled Landeng salah seorang tokoh ulama muda yang hadir dalam acara tersebut juga Koordinator Ormas dalam acara tersebut mengatakan hadir pada deklarasi itu Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib, seluruh pejabat Forkopimda, sejumlah ulama, pimpinan dayah, tokoh masyarakat, dan para pimpinan Ormas dimaksud.

“Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib dalam arahannya mengatakan pihaknya sangat yakin deklarasi dan seruan Ormas tersebut akan didukung penuh oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal itu didasarkan atas kekhawatiran bersama akan kondisi anak-anak Aceh Utara pada masa mendatang,” ungkapnya yang juga Sekjen Tastafi Aceh Utara.

Selanjutnya, Pimpinan Dayah Keumaral Al-Aziziyah, Gampong Alue Drien, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara menyebutkan larangan untuk wanita keluar malam bertujuan terjauh dari maksiat dan khusus untuk anak di bawah umur agar mereka fokus belajar baik di rumah ataupun di tempat pengajian.

“Buapti Aceh Utara menambahkan larangan ini belum ada aturan resmi atau larangan tertulis, masih sebatas seruan, namun sebutnya, ke depan terkait seruan ini akan dibahas oleh Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) kabupten Aceh Utara bersama organisasi yang ikut dalam menandatangani,” lanjut alumni MUDI Mesjid Raya Samalanga itu.