Pemuda Aceh Minta Jokowi Bertindak Bantu Muslim Rohingya

0
49

Aceh | LA – Pemuda Aceh minta Presiden Jokowi mengambil tindakan membantu warga muslim Rohingya yang saat ini sedang mengahadapi penjajahan dari teroris budha Myanmar. Hal itu disampaikan salah satu pemuda Aceh, Hidayat melalui media Liputanaceh.com pada Minggu 3 September 2017.

“Semua orang muslim di dunia saat ini memperhatikan negara Indonesia sebagai salah satu negara yang dipimpin seorang muslim bernama Joko Widodo atau dunia mengenal Jokowi, beliau dianggap bertanggung jawab melindungi muslim Rohingya dan muslim di sejumlah negara tetangga apabila butuh bantuan seperti yang dialami saudara kita muslim Rohingya yang saat ini sedang dibunuh dan dibakar hidup-hidup oleh teroris budha Myanmar,” kata Hidayat.

Mahasiswa Pascasarjana UIN Ar-Raniry itu menilai, diamnya Jokowi merupakan bentuk ketidak peduliannya terhadap Islam. “Padahal sebagai seorang muslim merasa sedih dan hatinya hancur saat melihat saudaranya dibakar hidup-hidup oleh kafir seperti teroris budha,” sebutnya.

Pemimpin yang punya kemampuan mengubah keadaan tapi tidak melaukannya, disebut Hidayat, lebih kejam daripada kekejaman itu sendiri. “Pak Jokowi sebenarnya mampu mengubah keadaan itu, tapi beliau hanya diam saja tidak bertindak, atau mungkin beliau tidak mengetahui hal ini, apakah pak Jokowi sangat sibuk sampai tidak tahu? Atau mata dan telinga beliau sudah tak melihat dan mendengar kebenaran dan penderitaan,” imbuhnya.

“Hanya ada dua orang yang tidak marah dan tersentuh hatinya saat melihat saudara dijajah, dibunuh, dibakar hidup-hidup dan perempuan diperkosa lalu dibunuh dan dibakar, yaitu pembunuh dan pemgkhianat. Semoga saja kita tidak punya pemimpin pembunuh dan pengkhianat,” harap Hidayat.

Diakhir pernyataannya, Hidayat meminta kepada semua muslim Indonesia berdoa agar diberikan hidayah dan kemampuan kepada pemimpin beragama Islam supaya berani mengambil tindakan mencegah tindakan seperti yang dilakukan teroris budha di Myanmar. “Terutama kepada pak Jokowi, semoga beliau diberikah kemampuan dan keberanian mengambil sikap, jangan takut pada pembunuh seperti Ashin Wirathu yang kejam. Duta besar Myanmar di Indonesia juga harus segera diusir agar mereka disana bisa paham bahwa Indonesia tidak sependapat melakukan pembunuhan seperti itu. Kalau tidal diusir berarti Presiden Indonesia sependapat dengan mereka, maka celakalah kita,” pungkasnya. (Red)

BAGIKAN

KOMENTAR