Penambahan BKO Di Aceh Dapat Merusak Keharmonisan Bangsa

0
157

whatsapp-image-2016-09-21-at-11-12-011Banda Aceh – Meski pemilihan kepala daerah serentak tahun 2017 masih dalam tahapan pencalonan, namun berbagai isu hangat mulai berkembang di kalangan masyarakat. Salah satunya adalah wacana penambahan pasukan Bawah Kendali Operasi (BKO) yang dipercayai mampu menjaga ketertiban Aceh menjelang Pilkada.
Nama BKO yang merupakan satuan khusus dari kesatuan Polri ini, masih sangat melekat di ingatan masyarakat Aceh, sebab pada masa konflik Aceh lalu, BKO adalah aparat yang diketahui memiliki gaya yang sedikit keras saat menggelar operasi militer.
Namun kini, antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Pemerintah RI sudah berdamai, dan pasukan BKO yang dulunya memenuhi pos-pos keamanan di Aceh, sebagiannya sidah ditarik kembali ke pusat.
Menjelang Pilkada 2017 , nama BKO kembali disebut-sebut oleh beberapa elit politik Aceh. Bahkan beberapa calon Gubernur Aceh mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk menambah kembali pasukan BKO di Aceh. Tentu usulan ini memunculkan pro dan kontra dari beberapa elemen masyarakat.
Tgk. Marsyuddin Ishaq ,S.Hi ketua Relawan Aswaja Aceh Darussalam (RAAD), dalam rilisnya kepada liputanaceh.com (21/09), menyebutkan bahwa penambahan BKO di Aceh adalah sesuatu yang tidak penting untuk saat ini, mengingat Aceh sudah damai dan tenteram.
“sepatutnya yang harus difokuskan oleh para calon gubernur atau bupati/wali kota menjelang Pilkada 2017 adalah bagaimana menciptakan suasana harmonis antara pendukung salah satu calon dengan pendukung calon lain. Hendaknya, perbedaan pilihan dalam Pilkada nanti dijadikan sebagai rahmat, bukan malah menjadi suatu ancaman yang sangat menakutkan lalu menambah pasukan pengamanan, ini adalah hal berlebihan” tambah Tgk Mudas yang juga alumni MUDI Samalanga ini.
Yang rakyat Aceh inginkan adalah para calon pimpinan daerah kedepan memberikan teladan yang baik kepada pendukungnya, bukan mengada-ada wacana yang dapat merusak perdamaian dan keharmonisan antara pemerintah RI dengan Aceh seperti selama ini terjalin, tutupnya.

BAGIKAN

KOMENTAR