Pengadilan Tipikor Gelar Sidang Dugaan Korupsi Dana Pembangunan Masjid

0
158
Sidang dugaan tindak pidana korupsi. Foot: Liputanaceh
Sidang dugaan tindak pidana korupsi. Foot: Liputanaceh
Sidang dugaan tindak pidana korupsi. Foot: Liputanaceh

Banda Aceh | LA – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh kembali menggelar sidang lanjutan atas terdakwa Syahrul Kiram (30 tahun) yang diduga telah melakukan tindak pidana korupsi atas pembangunan Masjid Tgk Di Meureuhom Kandang, Kecamatan Sakti, Pidie, senilai Rp 1,7 miliar yang bersumber dari APBA 2013.

Sidang itu dipimpin M. Nazir, SH. MH (Hakim Ketua), Deny Syahputra, SH. MH, dan M. Fatan Riadhi, SH. MH (Hakim Anggota), dengan Herperiyani Effendi, SH (Penitera Pengganti) menghadirkan lima orang saksi. “Apakah saudara-saudara bersedia untuk disumpah dengan agama yang dianut,” tanya M. Nazir mengawali sidang di ruang sidang Tipikor Banda Aceh, Jln Cut Mutia, Kampung Baru, Baiturrahman, Kamis, 18 Mei 2017.

Dalam persidangan itu terungkap, saksi Ruslan yang merupakan Camat Sakti, telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Kepengurusan Masjid Tgk Di Meureuhom, tanpa mengetahui struktur organisasi. Hanya mengetahui terduga sebagai ketua dalam pembangunan masjid itu. Ruslan juga mengakui telah mengeluarkan rekom dalam permohonan proposal pembangunan masjid. “Waktu saya tandatangani SK itu, ada tersangka di kantor saya,” ujar Ruslan.

Berdasarkan hasil audit yang dilakukan tim Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi (BPKP) Aceh, terdapat sekitar Rp 737 juta kerugian negara dalam proyek pembangunan Masjid Tgk Di Meureuhom Kandang, Kecamatan Sakti, Pidie, senilai Rp 1,7 miliar yang bersumber dari APBA 2013 tersebut.

Selanjutnya, pemeriksaan kualitas dan kuantitas yang dilakukan tim dari Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), juga ditemukan beberapa item yang tidak sesuai spefikasi kekurangan volume. Oleh sebab itu, Kejari Pidie akhirnya menetapkan Syahrul Kiram, sebagai tersangka kasus tersebut. (Ayi/H)

BAGIKAN

KOMENTAR