Pengurus Tastafi Kabupaten Bireun Akhirnya Terbentuk

0
289

BIREUN I LA- Setelah proses musyawarah dan rapat serta pemilihan langsung yang turut dihadiri oleh para ulama sepuh dan senior serta pimpinan dayah, intelektual juga akademisi juga utusan setiap kecamatan dalam kabupaten Bireun yang mencapai angka sekitar seratusan akhirnya terpilih pengurus Tastafi Kabupaten Bireun yang di ketuai oleh Tgk. Sanusi Yusuf dan beberapa pengurus lainnya yang berlangsung di Meunasah Kulah Batee, Bireun, minggu (26/11/2017).

“Alhamdulillah setelah perjungan panjang akhinya pengurus organisasi Majlis pengajian Tauhid Tasauf Fikah (Tastafi) cabang kabupaten Bireun terbentuk pada hari minggu (26/11/ 2017) di musalla Meunasah Kulah Batee rapat tersebut dihadiri sekitar seratusan ulama pimpinan dayah, intelektual dan akademisi dalam kabupaten Bireun juga utusan dari kecamatan se-kabupaten Bireun,” kata Tgk. H. Luthfi Arongan, S.Sos.I, M. Sos selaku sekretris Tastafi Bireun kepada liputanaceh.com, Senin, (27/11/2017).

Tokoh ulama muda yang akrab di sapa Ayah Panti Arongan itu menyebutkan bahwa pemilihan dilakukan dengen membentuk tim formatur dari utusan wilayah yang melakukan pemilihan dengan cara musyawarah mufakat.

” Setelah melaksanakan shalat ashar oleh ketua tim Formatur membacakan struktur pengurus TASTAFi Kabupaten Bireuen periode 2017-2021 dengan ketuanya Tgk. Sanusi Yusuf dan juga pengurus harian lainnya,” lanjut master komunikasi IAIN Lhokseumawe itu

Ayah Panti menambahkn Tastafi merupakan sebuah organisasi majelis zikir dan pengkajian dan penjabaran tetang ilmu tauhid, tasauf dan fikah yang didirikan oleh Al-Mukarram Al-Mursyid Syekh H. Hasanoel Basri atau dikenal dengan Abu Mudi.

” Tastafi saat ini kepengurusanya sudah terbentuk di hampir seluruh kabupaten kota di Aceh bahkn kecamatan. Adapun program kerja dari Tastafi adalah membentuk pengajian dan zikir Tastafi di setiap kecamatan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang aqidah Ahlussunnah Waljamaah dan akan bekerjasama dengan berbagai pihak dan organisasi masyarakat lainya dalam membendung berbagai macam aliran yg menyimpang dengan apa yg telah di fatwakan Oleh MPU Aceh,” katanya yang juga pimpinan Dayah Harapan Umat Arongan dan dosen STIE Kebangsaan Bireun bahkan namanya sering menghiasi rublik opini di beberapa media ternama di Indonesia itu.

BAGIKAN

KOMENTAR