Penjelasan Abuya Syekh H. Amran Waly Al Khalidy, Tentang Yayasan Darussalam Tsani

0

Tapaktuan | Liputanaceh.com – Sehubungan akan dilaksanakannya kegiatan Haul Akbar Hadhratus Syekh H. Muhammad Muda Waly Al Khalidy dan Peresmian Yayasan Darussalam Tsani, pada hari Minggu, Tanggal 21 Juni 2020, sebelumnya Abuya Syekh H. Amran Waly Al Khalidy, memandang perlu menyampaikan latar belakang  pendirian Yayasan Darussalam Tsani.

Penjelasan latar belakang pendirian Yayasan Darussalam Tsani, tertuang dalam makalah atas nama Abuya Syekh H. Amran Waly Al Khalidi, dengan judul “Darussalam Tsani” yang dikirim oleh Sekretaris Yayasan Darussalam Tsani, Abi Sahal Tastari Waly,  kepada pewarta media ini Sabtu (20/06/20) via WA. Adapun isi makalah Abuya tersebut, adalah sebagai berikut;

“Darussalam Tsani”

Darussalam Tsani adalah dimana pada tempat ini ada satu balai yang bernama Sabilur Rasyad. balai ini telah bertahun-tahun di manfaatkan untuk mengajar ilmu tashawwuf dan keshufian sebab ilmu ini adalah ilmu yang hak sesuai dengan apa kata Abdul Shamad Falimbani dalam kitab Sirus Salikin :

“Sepantasnya bagi umat Islam harus dapat menghabiskan umur/waktunya dalam ilmu tashawwuf dan keshufian, tidak dengan ilmu lainnya”

Maka dari itu saya mengikuti anjuran dari pada Abdul Shamad Falimbani, maka nyata bagi saya keberkahannya sehingga saya telah dapat terbang kemana-mana, mengumpulkan ulama-ulama tashawwuf dan keshufian baik tingkat Asean maupun internasional dan mengadakan seminar mudzakarah di berbagai daerah, baik Aceh, Malaysia, Sulawesi, Cibinong Bogor dan Batam.

Ulama-ulama internasional sangat bersyukur dengan usaha yang saya lakukan. Banyak ulama-ulama yang berkunjung kepada saya baik dari Mesir, Iran, Malaysia, Jawa, Turki, Cina, Kamboja dan Filipina mengucapkan selamat dan terima kasih.

Maka dari itu, sebab saya juga sebagai pewaris dari Pesantren ayah saya (Darussalam-red), makanya mengapa perhatian saya hanya kepada orang luar tidak kepada tempat dimana saya berkediaman di tempat tersebut, baik Darussalam dan Darul Ihsan.

Maka dari itu perlu saya menggagas Darussalam Tsani untuk mengajarkan ilmu tashawwuf dan keshufian dengan dasar kitab-kitab tashawwuf dan keshufian seperti tanwirul qulub, Al Hikam, iqadzul Himam, Majmu’ Rasail, Tuhfatul Mursalah dan lainnya. Karna ilmu yang terkandung di dalam kitab-kitab tersebut adalah ilmu hak yang mencakup mengenai tashawwuf thariqat dan keshufian yang menjadi pegangan ulama-ulama dahulu.

Sebagaimana dimaklumi, bahwa saya sejak kecil telah berthariqat kepada ayah saya Syekh H. Muhammad Muda Waly Al Khalidy dan menimba berbagai ilmu keagamaan seperti Fiqh, Tauhid, Tashawwuf, Ushul Fiqh, Mantiq, Ma’ani, Bayan, Badi’, Nahu, Sharaf, Tafsir, Hadits, Tajwid, Qira-At dan lainnya baik di Darussalam, Banda Aceh, Sumatra barat, dan Malaysia.

Maka ilmu yang ada di dalam dada saya, dimana saya telah dikenal dimana-mana, merupakan satu kesalahan kalau tidak saya berikan pada orang yang berkeinginan untuk menegakkan agama, baik di Aceh, Indonesia dan Nusantara.

Dengan adanya Darussalam Tsani anda semua baik ulama, pejabat dan rakyat biasa, boleh datang dan membicarakan di qabilah Sabilur Rasyad di Darussalam Tsani.

Jangan anda ngomong/menuding, menjelek-jelekkan di tempat anda masing-masing menurut anda. Dan kita dapat duduk bersama-sama di Darussalam Tsani, saling melengkapi konsi dalam ilmu tashawwuf dan keshufian, agar keraguan, menjelek-jelekkan, mengkafirkan dan menyesatkan tidak terjadi lagi di Aceh khusunya dan di negara yang kita cintai ini.

Saya tidak memaksakan ustad-ustad/guru-guru baik di Pesantren Darussalam dan lainnya untuk mengikuti ajaran saya, tetapi saya garis bawahi, jangan katakan ajaran saya ini memurtadkan, ajaran menyimpang, menyesatkan sebagaimana yang kita alami sebelumnya baik ulama, pejabat dan lainnya.

Demikianlah latar belakang adanya Darussalam Tsani di komplek Darussalam, bukan untuk menguasai Darussalam, mencari keuntungan duniawi, baik nama, jabatan, harta dan lainnya.

Masuk ke Darussalam Tsani tidak pakai uang pendaftaran dan kewajiban-kewajiban lainnya agar supaya di maklumi oleh petinggi-petinggi Darussalam sekarang ini dan juga ulama, cendikiawan setempat, baik Radad, Tastafi, Huda, Sirul Mubtadi dan seluruh organisasi Islam yang ada di Aceh.

Demikian isi makalah Abuya Syekh H Amran Waly Al Khalidy, yang ditulis di Dayah/Pondok Pesantren Darussalam, tanggal 18 Juni 2020.

Untuk diketahui, bahwa pendirian Yayasan Darussalam Tsani, sudah legal dan sah secara hukum melalui Keputusan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia RI, Nomor AHU-0009159.AH.01.04. Tahun 2020, Tentang Pengesahan Pendidiran Badan Hukum Yayasan Darussalam Tsani Labuhanhaji. Tanggal penetapan 16 Juni 2020, yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum, Cahyo Rahadian Muzhar, S.H., LLM.

Adapun nama-nama yang tercantum dalam Keputusan tersebut antara lain;

Pendiri          : H. Amran Waly
Pembina:
Ketua             : H. Amran Waly
Pengurus:
Ketua            : Syukri Waly
Sekretaris      : Sahal Tastari Waly
Bendahara     : Syamsul Qamar
Pengawas:
Ketua            : Khairul Adnan
Anggota        : Ahmad Dhaify Waly
Anggota        : Azri Wahyudi