Penyaluran BLT Pekerja Dilakukan Dalam 2 Termin

0

Liputanaceh.com, Jakarta | Kementerian Ketenagakerjaan mencatat realisasi anggaran penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) bagi pekerja bergaji di bawah Rp5 juta atau bantuan subsidi upah (BSU) sebesar Rp29,41 triliun per 31 Desember 2020. Angka itu setara 98,81 persen dari target yang sebesar Rp29,76 triliun.

Plt Dirjen PHI dan Jamsos Tri Retno Isnaningaih mengatakan penyaluran BLT pekerja dilakukan dalam dua termin. Dana yang disalurkan pada termin pertama tercatat sebesar Rp14,71 triliun dan diberikan kepada 12,26 juta orang. Lalu, dana yang digelontorkan pada termin kedua sebesar Rp12,69 triliun dan diberikan kepada 12,24 juta orang.

Alhasil, kata Tri, terdapat 294.160 orang yang belum mendapatkan BLT pekerja dari target yang ditentukan. Data tersebut masih dalam tahap rekonsiliasi dengan bank pelat merah sebagai bank penyalur untuk mendapatkan hasil penyaluran yang riil.

“Sisa anggaran subsidi gaji atau upah yang belum tersalurkan telah dikembalikan ke kas negara pada 31 Desember 2020. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan,” kata Tri dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (9/1).

Saat ini, Kementerian Ketenagakerjaan terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Keuangan agar seluruh BLT pekerja bisa tersalurkan. Dengan demikian, mereka yang sudah masuk dalam daftar penerima bisa segera mendapatkan BLT tersebut.

“Kami juga terus berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan, melakukan perbaikan sisa data rekening yang belum dapat tersalurkan,” jelas Tri.

Dengan demikian, tambah Tri, ada kemungkinan pemerintah akan melanjutkan proses penyaluran BLT pekerja kepada mereka yang sudah masuk dalam daftar penerima, namun belum mendapatkan bantuan tersebut dari pemerintah.

“Hal ini dilakukan sebagai upaya apabila sisa penerima yang belum tersalurkan dimungkinkan dapat dilanjutkan proses penyalurannya di tahun ini,” pungkas Tri.