Perang Akhir Zaman Tanpa Teknologi Canggih dan Kembali Menggunakan Pedang Serta Senjata Tradisional

1
5326

Dunia itu akan selalu berotasi dan begitu juga dengan teknologi canggih. Walaupun ada masa jayanya namun kecanggihan teknologi itu ada batas dan limitnya. Namanya saja dunia sebagai al-haadist (baharu) dan akan berubah sesuai dengan limitnya masing-masing.

Kini orang membanggakan kecanggihan teknologi nuklir dan bermacam jenis persenjataannya. Namun suatu ketika nanti sang kejayaan itu juga akan musnah. Diilustrasikan pada masa itu teknologi dan kecaggihan akan hancur karena jatuhnya meteor yang memiliki magnetik sangat kuat menyebabkan listrik dan juga mesin tidak berfungsi.

Senjata yang digunakan hanya senjata pada zaman dulu seperti pedang, panah, dan tombak. Sedangkan kendaraan hanya bisa memakai kuda, unta, gajah, dan lainnya. Lantas kita masih diam?Berpijak dari itu setiap umat muslim sudah saatnya melatih diri, keluarga dan generasi selanjutnya untuk mengasah kemampuan menggunakan senjata dan kendaraan berkuda untuk mempersiapkan diri kita untuk berperang.

Kini mereka bangsa Yahudi telah bersiap melatih diri berperang dengan kuda, pedang, panah, dan tombak. Yahudi memang orang-orang pintar, jenius yang berpikir dan mempelajari. Hanya sayangnya mereka ingkari. Mereka kini juga mempersiapkan diri untuk perang akhir zaman.

Berdasarkan penelusuran dan juga kutipan ramalan dari ilmuwan modern tentang perang akhir zaman tanpa menggunakan teknologi tinggi telah di sebutkan beberapa abad silam walaupun baginda nabi terlebih dahulu telah mengisyarahkan fenomena tersebut.

Menyikapi hal ini sosok ilmuan terkenal Albert Einstein berkata: “Perang dunia ke-3 tidak akan menggunakan teknologi.” Pernyataan ini di dukung oleh Steve Jobs: “Selepas saya, kalian semua akan kembali ke zaman batu.”

Banyak yang mengatakan bahwa dalam Perang Dunia Ketiga, bom nuklir akan digunakan. Ada diceritakan juga dalam kitab Bahrul Mazi. Perang Dunia Ketiga yang diramal akan berlaku dalam tempo yang singkat. Tetapi, kemusnahannya amat dahsyat. Sehingga dikatakan dunia selepas itu akan kembali menjadi seperti Zaman Pertengahan di mana bala tentara hanya akan menunggang kuda serta bersenjatakan pedang seperti perang zaman dahulu.

Pernyataan diatas sesuai dengan perkataan seorang ilmuwan bernama Louis Lord Mountbatten, di berpendapat “Jika Perang Dunia Ketiga adalah berjuang dengan senjata nuklir, yang keempat akan diperjuangkan dengan busur dan anak panah.” Menyokong ungkapan diatas juga dikemukakan oleh ilmuwan terkenal Albert Einstein, dia mengatakan:“Saya tidak tahu dengan apa senjata Perang Dunia Ketiga akan diperjuangkan, tetapi Perang Dunia Keempat akan diperjuangkan dengan kayu dan batu.”

Lantas apakah Einstein dan Mountbatten hanya kebetulan mengatakan ini? Konon, ini disebabkan teknologi semua tidak boleh digunakan lagi pada masa itu karena EMP (electromagnetic pulse) senjata nuklir itu sendiri terjadi ketika Perang Dunia Ketiga. Jadi, kekuatan bala tentara ketika Perang Dunia Keempat nanti adalah seimbang dan tidak berat sebelah karena semuanya menggunakan peralatan perang yang sama.

Bukan hanya itu, malah ada sebahagian hadist yang menekankan akhir zaman nanti akan berlakunya perang menggunakan pedang dan Dajjal akan disembelih dengan pedang. Hadis Nabi juga ada menyebut, Yahudi Zionis akan bersembunyi di balik-balik batu dan kayu dan hanya selamat di belakang pokok Yahudi yaitu pokok Gharqad, yang banyak di tanam sekarang di Israel.

“Tidak akan berlaku kiamat sehinggalah seluruh umat Islam berperang dengan seluruh Yahudi. Umat Islam akan membunuh mereka sehinggakan apabila mereka bersembunyi di sebalik batu dan pokok, tiba-tiba pokok-pokok dan batu-batu itu bersuara menjerit memanggil umat Islam agar datanglah kamu ke sini dan bunuhlah orang-orang Yahudi itu, kecuali pokok ‘Gharqad’, kerana ia adalah pokok Yahudi”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Beranjak dari itu marilah kita merenung dan mengintropeksi diri dan keluarga kita bukan hanya untuk kiamat kecil juga kiamat kubra (kiama besar) yang akan di lakoni oleh generasi selanjutnya. Siapkan bekal untuk hari esok yang lebih baik. Wallahu ‘Allam Bishawab.

Referensi: Dihimpun dari berbagai sumber.

*Ahmad Al-Ghazali, Penggiat Masyarakat Cinta Damai Dunia Akhirat.

1 KOMENTAR