Pergunu : Mustahil Pendidikan Agama Dihilangkan dari Sekolah

0

LIPUTANACEH.COM – Munculnya opini dihilangkannya pendidikan agama dari sekolah mencuat kembali. Sontak opini ini mendapat reaksi negatif dari masyarakat, apalagi opini selalu dikaitkan politik dan program pemerintah. Tentu opini ini kontradiktif dengan kultur masyarakat Indonesia, yang dalam kehidupan sehari-hari syarat dengan nilai agama.

Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama, Aris Adi Leksono menganggap bahwa opini itu mustahil diterapkan di Indonesia. Karena sejarah mencatat bahwa Indonesia lahir tidak lepas dari nilai agama. Hal itu bisa dilihat dari dasar negara Indonesia. Dalam Pancasila nilai agama menjadi dasar pertama dalam penyelenggaraan Negara.

“Pendapat menghilangkan pendidikan agama di sekolah itu mustahil dilaksanakan. Negara ini lahir dari para tokoh Agama, tentu nilai agama menjadi dasar utama dalam penyelenggaraan Negara. Dalam Pancasila misalnya, jelas sila yang pertama secara subtansi mengisyaratkan nilai agama menjadi dasar dalam berbangsa dan bernegara”, terang Aris, Dosen Materi PAI UNU Indoensia dalam siaran pers, Sabtu (6/7/2019) malam.

Lebih lanjut, mantan Ketua PW PERGUNU DKI Jakarta ini menuturkan bahwa salah besar kalau pendidikan agama menjadi pemicu lahirnya gerakan intoleran yang memicu gerakan radikalisme dan ekstrimisme. Ideologi intoleran justru lahir dari pemahaman agama yang dangkal, tanpa ada bimbingan guru. Maka wajib pendidikan agama ada di sekolah, sehingga mampu memberikan pemahaman yang komprehensif terhadap nilai agama. Karena pada dasarnya tidak satu pun nilai agama yang mengajarkan intoleransi apalagi radikalisme dan ekstrimisme.

“Sejatinya semakin paham agama, harusnya semakin arif dan bijaksana. Karena orang beragama dengan baik, pasti menumbuhkan rasa kemanusiaan. Maka pendidikan agama harus diajarkan di sekolah secara utuh dan mendalam, sehingga benar dalam pemahamannya dan pengamalannya”, tandas Aris

Selebihnya, menurut Aris pendapat atau opini tersebut tidak perlu ditanggapi berlebihan. Karena justru akan menimbulkan kegaduhan di masyakat. Jika pendidikan agama dihilangkan dari sekolah, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama siap berdiri di barisan terdepan untuk menolaknya dan tetap istiqomah menjaga pendidikan agama terus diterapkan di sekolah.