Peringati Hari Ibu :Iwapi Banda Aceh Menggelar Senam dan Bazaar

0
37
doc. ulan

BANDA ACEH | LA- Ikatan Pengusaha Wanita Indonesia (Iwapi) Kota Banda Aceh bersama Pemko Banda Aceh mengadakan Senam bersama 1000 ibu dan Bazaar Usaha Rumah Tangga di Taman Sari pada Minggu (17/12) di Banda Aceh. Acara tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Ibu dan mengenalkan organisasi Iwapi kepada kaum wanita. Tampak pengunjung yang umumnya kaum ibu memadati lokasi acara dan stand bazar. Pada stand bazar yang berjejer menyajikan berbagai produk usaha rumah tangga seperti aneka kuliner, fashion dan asesoris. Selain itu juga acara dirangkai dengan lomba fashion, membaca puisi dan menggambar.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Iwapi Kota Banda Aceh Rosi Malia, SH, MM yang dijumpai media ini menjelaskan acara yang digelar untuk memperingati Hari Ibu terdiri atas dua kegiatan utama yakni senam dan bazaar. Senam yang melibatkan lebih kurang 1000 ibu dilakukan dengan tujuan agar kaum wanita menjaga kesehatan. Sementara bazar digelar untuk mendorong Usaha Kecil Menengah (UKM) yang dijalankan ibu rumah tangga lebih dikenal.

Dia bahkan memiliki keinginan agar produk usaha rumah tangga di Aceh bisa dikenal hingga ke luar negeri. “Kita ada perwakilan di Eropa untuk mengenalkan produk UKM dari Aceh, “katanya. Rosi menguraikan bahwa acara tersebut juga didukung Ketua DPRK Banda Aceh, seperti memberikan bantuan pinjaman lunak yang tidak ada bunga.

Menurutnya Program Iwapi dapat dijalankan karena ada sinergi dengan pemerintah kota, sehingga dapat membantu UKM yang ada di Kota Banda Aceh untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan. “Bisa saling mendukung. Karena belum semua usaha dapat ditangani oleh pemerintah. Apalagi saat ini jumlah perempuan lebih banyak daripada laki-laki. Tidak hanya menjadi ibu rumah tangga namun juga bisa membuka usaha, “ paparnya.

Lebih lanjut dia mengatakan untuk produk UKM yang diunggulkan adalah kuliner seperti kue. Sayangnya menurutnya produk UKM di Banda Aceh masih kurang bagus kemasan, dan brand-nya juga masih kurang dikenal. Dia ingin agar produk tersebut dapat lebih baik, serta bisa menjadi oleh-oleh khas Aceh.

Pengusaha yang bergerak di bidang energi ini menjelaskan bazaar dikuti oleh 75 peserta UKM yang ada di Aceh. Kaum wanita yang menjadi anggota Iwapi, diharapkan bisa dibantu dari usaha kecil bisa menjadi besar, sehingga potensinya lebih maju. Menurutnya acara ini baru pertama kali digelar. Kedepannya selama ia menjadi ketua yang sudah dijalaninya selama 2 tahun, dapat dijadikan even tahunan dengan jumlah peserta lebih banyak lagi, pungkasnya. [SY,MH]

BAGIKAN

KOMENTAR