Peringati Harkitnas, PII dan IDeAS Gelar Dialog Kebangsaan

0
83
Diskusi Hari Kebangkitan Nasional yang mengangkat tema "Membangun Ketahanan Nasional Melalui Penguatan Nilai Nilai Kebangsaan", Foto: Liputanaceh
Diskusi Hari Kebangkitan Nasional yang mengangkat tema "Membangun Ketahanan Nasional Melalui Penguatan Nilai Nilai Kebangsaan", Foto: Liputanaceh
Diskusi Hari Kebangkitan Nasional yang mengangkat tema “Membangun Ketahanan Nasional Melalui Penguatan Nilai Nilai Kebangsaan”, Foto: Liputanaceh

Aceh  | LA – Dalam rangka mengisi Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PII) Aceh bekerjasama dengan Institute for Development of Acehnese Society (IDeAS) menggelar kegiatan Diskusi Kebangsaan pada tanggal 20 Mei 2017 kemarin, bertempat di Aula Badan Kesbangpol Aceh.

Diskusi yang mengangkat tema “Membangun Ketahanan Nasional Melalui Penguatan Nilai Nilai Kebangsaan” tersebut diisi para narasumber dari berbagai stakeholder, yaitu; Badan Kesbangpol Aceh diwakili, Restu Andi Surya, M.PA, Asisten Teritorial Kodam Iskandar Muda, Kolonel Mahesa Fitriadi, Penasehat GBN Aceh, Abu Muhammad Yus, Ikatan Alumni Lemhannas Aceh, Dra. Naimah Hasan, M.A, dan Ketua Badko HMI Aceh, Mirza Fanzikri, M.Si. Dialog dipandu oleh Kader PII, Alimuddin Armia, S.Pd.I.

Ketua PII Aceh, Ikhsan Azhar dalam sambutannya mengatakan Peringatan Harkitnas harus menjadi ajang evaluasi bagi semua pihak, baik pemerintah, TNI/Polri, elemen sipil dan terutama bagi pemuda untuk sama-sama menjaga integrasi bangsa dari berbagai hal yang dapat mengakibatkan perpecahan kesatuan dan persatuan bangsa.

Aster Kodam IM, Kolonel Mahesa dalam paparannya menyebut, permasalahan mendasar bangsa Indonesia saat ini adalah mulai hilangnya nilai-nilai luhur, memudarnya semangat persatuan, semangat gotong royong di masyarakat, serta pengamalan mengenai nilai-nilai Pancasila harus menjadi landasan utama kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Sementara itu, Abu Yus mengatakan pemahaman mengenai Pancasila harus disosialisasikan secara terus menerus kepada masyarakat agar tidak terjadi salah penafsiran terhadap nilai-nilai Pancasila.

Alumni Lemhannas, Naimah Hasan, menyebut ada beberapa faktor penting dalam menjaga ketahanan nasional serta mencegah terjadinya disintegrasi bangsa diantaranya yaitu; kemampuan untuk mengelola beragam perbedaan (SARA, budaya, adat istiadat) menjadi kekayaan dan identitas bangsa, kemampuan merespon penyebaran ideologi yang bertentangan dengan Pancasila, mencegah dominasi asing, serta terus melakukan kajian-kajian kritis terutama berkaitan dengan permasalahan bangsa yang terjadi saat ini.

Dari unsur pemuda, Mirza Fanzikri, menjelaskan bahwa ada beberapa penyebab terjadinya disintegrasi bangsa, diantaranya; ideologi Pancasila belum diterima sepenuhnya oleh seluruh kelompok masyarakat, dari segi politik hilangnya kepercayaan masyarakat, serta terjadinya ketidakadilan dan kesenjangan ekonomi juga dapat melahirkan potensi-potensi terjadinya disintegrasi bangsa. “Oleh karena itu, elemen pemuda harus menjadi solusi dalam merawat keutuhan bangsa,” cetus Mirza. (R/IK)

BAGIKAN

KOMENTAR