Perusahaan Leasing di Aceh Disebut Legalkan Sikap Premanisme Tarik Paksa Kendaraan Konsumen

0
38

Banda Aceh | LA – Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UIN Ar -Raniry, Misran, menuding perusahaan pembiayaan kredit kendaraan bermotor di Aceh melegalkan prilaku premanisme petugas debt collectornya dalam melakukan aksi penarikan kendaraan menunggak pembayaran kredit.

“Leasing di Aceh melegalkan sikap premanisme,” kata Misran kepada media, pada Jum’at, 8 September 2017.

Padahal menurut Misran, segala ketentuan terkait hal itu telah ditetapkan antara hubungan perusahaan leasing dengan pihak konsumen, namun pihak perusahaan terus melanggarnya tanpa mematuhi aturan-atutan tersebut.

“Sistem penarikan kendaraan oleh pihak leasing sudah diatur mekanismenya, tapi kebanyakan yang terjadi di lapangan tidak menjalankan mekanisme tersebut. Sehingga sikap premanisme lah yang berperan aktif ketika penarikan kendaraan tersebut,” sebut Misran.

Seharusnya kata Misran, pihak perusahaan menjalankan aturan yang berlaku. “Seharusnya masyarakat diberitahukan terlebih dahulu perihal penarikan tersebut dengan diberikannya surat peringatkan (SP) terlebih dahulu,” ucapnya.

Dia menghimbau agar masyarakat melaporkan ke pihak berwajib apabila mengalami perbuatan tidak menyenangkan dan aksi premanisme debt collector perusahaan manapun saat melakukan penarikan.

“Dengan aturan hukum yang ada, masyarakat berhak untuk menuntut balik tindak kekerasan dari pihak leasing tersebut karena hukum kita di Indonesia menjamin hak-hak masyarakat,” ungkap Misran.

Misran menegaskan, kalangan mahasiswa akan terus mengawal ketat kasus upaya perampasan yang dilakukan oknum debt collector di seluruh Aceh.

” Ya, kami mahasiswa akan mengawal ketat setiap upaya perampasan atas hak rakyat Aceh,” pungkas Misran menutup keterangannya. (R)

BAGIKAN

KOMENTAR