Peserta Yang Tidak Lolos Prakerja, Minta Datanya Dihapus

0

Liputanaceh.com, Jakarta | Kartu Prakerja telah dilaksanakan hingga gelombang 11. Dalam setiap gelombangnya cukup banyak masyarakat yang harus gigit jari karena tidak lolos.

Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja memiliki kewajiban mengelola dan melindungi data pribadi pendaftar Kartu Prakerja. Apakah bisa peserta tidak lolos meminta datanya dihapus?

Direktur Operasi, Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Hengki Sihombing mengaku sulit untuk menghapus data pendaftar Kartu Prakerja. Meskipun, dalam Undang-undang (UU) ada pasal pelindungan data pribadi yang menyatakan pemilik bisa meminta datanya dihapus.

“Kartu Prakerja itu konsepnya adalah application jadi seperti orang melakukan pendaftaran untuk CPNS dan yang lain. Tidak bisa meminta ‘tolong dong data saya dihapus karena saya nggak lolos’, itu tidak mungkin,” kata Hengki pada diskusi panel Kartu Prakerja Selasa (10/11/2020).

Hengki menjelaskan data pendaftar baik yang lolos maupun tidak menjadi pertanggungjawaban manajemen pelaksana. Sehingga jika dihapus, dinilai akan merugikan manajemen pelaksana dalam melaporkan jumlah peserta.

“Misalnya dari total 40 juta peserta yang daftar, yang diterima 5,6 (juta). Jadi berapa banyak yang gagal. Kalau misalkan data-data pribadi yang tidak diterima ini kita hapus, itu akan menjadi mungkin bisa dibilang kerugian buat manajemen pelaksana di saat kita melakukan penanggungjawaban,” jelasnya.

Pendaftar Kartu Prakerja bisa saja meminta datanya untuk dihapus. Namun manajemen pelaksana akan melihat terlebih dahulu alasan pendaftar meminta datanya untuk dihapus.

“Kalau alasannya hanya karena nggak lolos itu mungkin agak sulit. Jika minta dihapus karena diteror dari orang yang mengaku Kartu Prakerja mungkin ini bisa kita pertimbangkan karena mengingat kenyamanan hidup dia sudah terganggu gara-gara data dia bocor,” ucap dia.