PETA: Bendera Alam Peudeng Melambangkan Keacehan

0
Alam Peudeung (istimewa)

ACEH JAYA | LA – Masalah pengesahan bendera bintang bulan dengan corak putih dan hitam di sisi atas dan bawah oleh DPRA yang tertuang dalam Qanun No 3 Tahun 2013 belum mendapat persetujuan dari pemerintah pusat. Bila melihat perjuangan dan sejarah kerajaan di Aceh yang paling relevan menjadi lambang bendera Aceh dan bertujuan untuk mempersatukan rakyat Aceh adalah Alam Peudeung.

“Hal ini disebabkan karena bendera alam peudang selain sejalan dengan sejarah juga melambangkan ke Acehan. Bintang dan Bulan melambangkan Al Quran dan Hadist, sejalan dengan Aceh yang ingin menerapkan syariat Islam secara penuh melalui status keistimewaan Aceh. Peudeung melambangkan kedaulatan dan ketegasan dari bangsa Aceh yang telah terkenal dari sejak jaman penjajahan dulu,” demikian disampaikan oleh Ketua PembelaTanah Air (PETA) Aceh Jaya, Drs Rusli, Sabtu (13/7/2019).

Oleh sebab itu, jika dilihat dari arti dan perjalanan sejarah Aceh, sebut Rusli, maka bendera alam peudeung lebih cocok dan lebih bisa diterima oleh semua pihak baik dari dalam maupun luar Aceh.

“Alam Peudeung lebih cocok dan lebih bisa diterima masyarakat Aceh sebagai bendera Aceh dari pada simbol yang lain. Masyarakat Aceh Jaya sangat merindukan kehadiran bendera alam peudeung sebagai bendera pemersatu rakyat Aceh,” sebut Rusli.

Bahkan, Ketua PETA Aceh Jaya mengatakan masyarakat Aceh Jaya berharap kepada DPRA agar segera membuat rancangan dan usulan ke pemerintah pusat untuk menjadikan bendera alam peudeung menjadi solusi terbaik menggantikan bendera bintang bulan, demi kemakmuran rakyat Aceh.(*)