Pimpinan Dayah Perbatasan Mengaku mendapat Perhatian Penuh

0
Kantor Dinas Pendidikan Dayah Aceh. Foto: Net

BANDA ACEH | LA – Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah Aceh dinilai sangat memperioritaskan terhadap Dayah perbatasan. Pengakuan ini disampaikan oleh Pimpinan Dayah Manarul Islam AcehTamiang, Rabu (25/12/2018) malam kepada liputanaceh.com.

“Kalau saya perhatikan kami ini seperti anak mas,” kata Pimpinan Dayah Manarul Islam AcehTamiang Ustazd Mustafa Abdussalam Syah,M.Kom.I,.

Menurut pimpinan Dayah Perbatasan ini, pihaknya tanpa menyampaikan berbagai kebutuhan kepada Pemerintah ( Dinas Dayah Aceh), namun langsung mendapatkan bantuan. Itu sebabnya kata dia Dayah Manarul Isam AcehTamiang mendapat perhatian penuh dari Dinas Pendidikan Dayah Aceh.

“Kalau saya perhatikan kami ini seperti anak mas, tanpa kami minta proposal pun sudah datang bantuan,” katanya.

Saat ini, Dayah Manarul Islam AcehTamiang medidik sekitar205 santri. Dari jumlah tersebut Ustazd Mustafa Abdussalam Syah menyebutkan sebagian dari mareka (Santri) berasal dari Sumatera Utara.

“Diantara Dayah perbatasan itu, kami yang paling sidikit,”kata Ustazd Mustafa.

Pun demikian, ke empat dayah perbatasan itu, ia menyebutkan memiliki ciri khas masing-masing.

Dayah perbatasn ini mempunyai ciri khas , kalau ini mengkombinasikan antara Salafiah dengan modern,”tuturnya.

Untuk kedepan, ia mengharapkan kepada Pemerintah Aceh(Dinas Dayah) setiap ingin menyalurkan bantuan kepada Dayah yang dipimpinnya itu untuk berkoordinasi dengan pihak Dayah terlebih dahulu.  Dengan dilakukan koordinasi bantuan yang disalurkan itu tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan.

Selama ini, dayah Perbatasan di Aceh Tamiang ini selalu mendapatkan suntikan dana dari Dinas Pendidikan Dayah Aceh walau dalam kegiatan sekecil apapun.

“Termasuk dengan acara pramuka, pramuka santri, itu biayanya sekecil apapun ditanggung oleh dinas dayah. Yang kami harapkan sekali bantuan- bantuan yang dilimpah kepada kami untuk dikoordinasikan dulu,” ujarnya.

“Yang terpenting lagi operasional, karena sekarangkan cuma kami harapkan dari iuran Santri.  Guru yang ditanggung oleh dinas dayah itu 15 orang sedangkan kami butuhkan guru 31 satu orang,” pungkasnya. (*)