Politeknik Indonesia Venezuela Gelar Workshop Aquaculture

0

Aceh Besar | Liputanaceh.com – Dalam rangka meningkatkan produksi sektor perikanan budidaya ikan tawar dan laut Provinsi Aceh. Politeknik Indonesia Venezuela (Poliven) menggelar Workshop Aquaculture dengan Tema Teknologi Bioflok pada Budidaya Perikanan.

Workshop aquaculture diselenggarakan oleh mahasiswa – mahasiswi Poliven dalam kelompok Unit Kegiatan Mahasiswa Poliven Aquaculture Association (UKM PAA). Workshop ini turut mengundang Dinas Kelautan dan Perikanan (Provinsi Aceh dan Aceh Besar), Bem Kelautan dan Perikanan seluruh Aceh (UTU, UNSAM, UNAYA, UNSYIAH, UNMUSLIM, UNIMAL), Geuchik – geuchik gampong kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar, dan LLDIKTI wilayah XIII (Region Aceh).

Narasumber Workshop turut mengundang praktisi dari Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Ujung Batee yaitu Ibnu Sahidir, M.Sc dan Dosen Poliven program studi Teknologi Produksi Benih dan Pakan Ikan yaitu Nurhatijah, S.Pi, M.Si.

Dalam kata sambutannya Plt. Direktur Poliven Reza Salima, SP, MP mengatakan lulusan vokasi wajib berinovasi dan terampil untuk menjadi seorang pengusaha dan kuat menghadapi tantangan dalam dunia kerja.

Workshop Aquaculture dibuka secara resmi oleh perwakilan LLDIKTI wilayah XIII yaitu Ali Umar, S.Ag, M.Pd. Dalam sambutannya menjelaskan bahwa tujuan Workshop Aquaculture dengan sistem bioflok untuk meningkatkan produksi budidaya perikanan baik tawar maupun laut. Hal ini sangat perlu dilakukan untuk mencukupi kebutuhan pasar dalam menstabilkan keamanan pangan yang semakin meningkat pada setiap tahunnya.

“Teknologi Bioflok merupakan sebuah inovasi dalam budidaya perikanan untuk dapat meningkatkan produksi yang efektif dan efisien. Pengetahuan tentang teknologi Bioflok adik-adik sosilisasikan kepada masyarakat untuk dapat meningkatkan pangan dunia terutama ikan. Apalagi politeknik punya peran besar untuk berinovasi.

Diskusi Workshop turut dipandu oleh Rian Firdaus, S.Kel, M.TrPi selama berlangsungnya acara. Narasumber Workshop Ibnu Sahidir, M.Sc dalam kesempatannya mengatakan teknologi bioflok merupakan metode yang tepat dalam pengembangan budidaya intensif dengan padat tebar tinggi, hemat biaya pakan, dan hemat air. Selain itu Narasumber perwakilan Poliven yaitu Nurhatijah, S.Pi, M.Si menjelaskan bahwa teknologi bioflok sebuah inovasi budidaya perikanan dalam meningkatkan produksi dan efisien biaya sehingga dapat meningkatkan kebutuhan pangan terutama ikan dan udang.

“Sistem bioflok sangat berpotensi untuk dilakukan pengembangan hal ini dikarenakan prakteknya dapat dengan mudah karena bermodalkan terpal, bakteri probiotik, dan pupuk NPK. Sistem bioflok ini diharapkan dapat meningkatkan ekonomi kreatif dimasyarakat dan dapat meningkatkan konsumsi ikan sesuai dengan tagline Kementerian Kelautan dan Perikanan,” demikian tutup Nurhatijah.