PPP Ingin Bangkit Kembali Setelah Lewati Prahara, Dimulai dari Aceh

0

BANDA ACEH. LA – Pelaksana Tugas (Plt) Ketum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Suharso Monoarfa bersilaturahmi dengan keluarga besar PPP Aceh.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Aceh, Banda Aceh, Kamis (27/6/2019).

Dalam pertemuan itu,  Suharso menegaskan dibawah kepemimpinannya akan membangkitkan kembali kejayaan partai setelah sejumlah prahara yang menimpa partainya dilalui seperti dualisme kepemimpinan hingga persoalan penangkapan ketua umum Romahurmuziy atau Romi oleh KPK.

“Saya ingin kebangkitan dari pemulihan PPP itu dimulai dari Aceh. Kenapa dari Aceh karena Aceh telah membuktikannya.

“Maka saya mohon dengan amat sangat, solidalitas dan konsolidasi yang terjadi di Aceh menjadi obat penawar untuk kader PPP di seluruh Indonesia,” katanya saat memberi sambutan.

Dalam lawatan itu, Suharso yang juga Anggota Dewan Pertimbangan Presiden turut didampingi Bachtiar Chamsyah, Anggota Majelis Tinggi PPP dan HM Mardiono, Waketum PPP.

Kedatangan Suharso disambut Ketua DPW PPP Aceh Tgk Amri M Ali dan sejumlah pengurus lainnya.

Suharso mengaku bangga dengan perjuangan kader di Aceh. Karena di tengah merosotnya suara PPP di seluruh Indonesia, tapi di Aceh justru terjadi kebalikan seperti yang terjadi di era 70-an.

Pada Pemilu lalu, PPP Aceh berhasil menyumbang suara untuk DPR RI 217.954 suara atau meningkat dari Pemilu 2014 192.946 suara.

Ternyata suara tersebut telah menyelamatkan partai berlambang kakbah itu karena berhasil lolos ambang batas parlemen atau parlementary threshold sebesar 4,19 persen dari batas minimal 4 persen.

Hasil pemilu 2019, PPP berada di urutan paling buncit yaitu sembilan atau partai terakhir yang lolos ambang batas.

“Selama 10 tahun PPP hanya mengantarkan satu kursi untuk DPR RI. Pada Pemilu 2019 berhasil mengantarkan dua kuris DPR RI, meskipun jumlah kursi di kabupaten/kota berkurang dan kursi DPRA bertahan dengan enam kursi. Suara di Aceh terjadi peningkatan, di tengah terjadinya penurunan suara diseluruh Indonesia tapi di Serambi Mekkah malah naik,” katanya. (Serambinews.com)