Presiden Terguling Sudan, Umar Al Bashir, Dipin­dah­kan ke Penjara Kobar

0


INTERNASIONAL I LA
– Presiden terguling Sudan, Umar Al Bashir, dipin­dah­kan ke penjara Kobar di ibukota Khartoum, menyusul ku­deta militer pekan lalu yang menurunkannya, ungkap sum­ber dari keluarga, Rabu (17/4/2019).

“Tadi malam Bashir dipin­dahkan ke penjara Kober di Khartoum,” ka­ta sum­ber itu tanpa mengung­kap­kan na­ma karena alasan keamanan.

Bashir yang sudah berkuasa sela­ma tiga dekade itu ditahan dengan penga­wa­lan ketat di sel tersendiri.

Menurut keterangan keluarga, se­jak di­kudeta Kamis pekan lalu Ba­shir dita­han dalam penga­walan ketat di kedia­man presiden yang terletak di kom­pleks Ke­menterian Pertaha­nan. Bashir dilengserkan militer se­te­lah se­lama enam pekan rakyat be­runjuk rasa di seluruh negeri dengan menuntut pengunduran dirinya.

Setelah Wakil Presiden seka­ligus Men­teri Pertahanan Awad Ibn Auf me­ng­umumkan me­ngambil alih ke­kua­saan dan membentuk Dewan Mi­li­ter yang memimpin negara, rak­yat ma­sih tetap berunjuk rasa menuntut pem­bentukan segera pemerin­tahan sipil. Hanya selang hitungan jam, Auf yang dikenal sebagai orang de­kat Bashir ju­ga mundur dan digan­ti­kan Abdul Fatah al-Burhan. Aso­siasi Kaum Pro­fesional Sudan yang menjadi motor unjuk rasa sudah menyam­paikan se­jum­lah daftar tuntutan perubahan untuk mengatasi krisis ekonomi.

Mereka juga menyerukan pem­bu­­ba­ran dewan militer dan segera mem­­bentuk pemerin­tahan semen­tara gabu­ngan sipil dan perwakilan militer.

Penjara berdinding batu bata itu dikelilingi tembok beton tinggi dan menampung ratusan narapidana dalam sel-sel kecil yang penuh sesak.

Bangunan penjara memiliki ba­gian sayap khusus yang digu­na­kan untuk me­nahan tahanan po­litik, se­perti pe­mimpin opo­sisi maupun ak­tivis, yang dita­han selama aksi ma­ssa menun­tut pengunduran Bashir.

Bagian sayap penjara itu diawasi ketat Dinas Intelijen dan Keamanan Na­sional dan bukan polisi. Semen­tara itu, Uganda, Rabu (17/4), me­nya­takan negara itu bersedia mena­war­kan suaka kepada presi­den ter­gu­ling Sudan, Omar Al-Bashir dan keluarganya ka­lau ia memintanya.

“Jika Al-Bashir atau anggota ke­luar­­ganya memohon suaka, permo­ho­nan mereka dapat diper­timbang­kan oleh presiden,” kata Menteri Uru­san Luar Negeri Uganda Okello Oryem, seba­gai­mana dikutip Kantor Berita Turki, Anadolu pada Rabu pagi.

Ia mengatakan Al-Bashir bekerja bagi perdamaian di wilayah tersebut, dan menyatakan ia memainkan p­e­ran pent­ing dalam kesepakatan per­da­­maian Sudan Selatan dan upa­yanya mes­ti dihargai.

Oryem pada Selasa pagi bertemu dengan Komite Urusan Luar Negeri di ­negerinya guna membahas sejum­lah masalah, termasuk Sudan. Ia mengatakan Uganda me­mantau situasi di Sudan dan tertarik untuk melihat peralihan damai di sana.

Al-Bashir didakwa oleh Mahka­mah Pidana Internasional (ICC) pa­da 2009 karena keja­hatan terhadap manusia di Wilayah Darfur di Su­dan. Kendati ada permintaan ICC agar dia ditangkap, Al-Bashir mela­kukan perjalanan ke beberapa ne­gara, termasuk Uganda –tempat dia diyakinkan bahwa Uganda takkan menyerahkan dia. 

Sumber: harian.analisadaily.com