Program KOTAKU di Subulussalam

0

Liputanaceh.com, Subulussalam | Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) menitikberatkan bagaimana menciptakan permukiman layak huni dengan pendekatan SEL: Sosial, Ekonomi dan Lingkungan, yang menempatkan Pemda sebagai “nakhoda” dalam upaya menuntaskan kumuh yang berkelanjutan.

Demikian halnya di Kampong subulussalam utara, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, yang masuk sebagai kawasan padat permukiman, kumuh,minim fasilitas infrastruktur, dan sanitasi tidak memadai. Tak heran, kawasan tersebut menjadi sasaran prioritas bebas kumuh guna memenuhi target Nasional “100-0-100” pada tahun 2020, yakni nol (zero) kumuh.

Sejalan dengan target pencapaian bebas kumuh, maka pelaksanaan Program KOTAKU yang dimotori oleh BKM Hidayatullah dengan melibatkan secara aktif partisipasi masyarakat mulai dari perencanaan, hingga pelaksanan dan pengawasan dengan mekanisme melalui rembuk warga.

BKM Hidayatullah sendiri beranggotakan 9 orang, dengan koordinator seorang Pemuda masih lajang bernama Jamiul.ST. Sebagai seorang aktivis, Jamiul yang biasa dipanggil  Pak Ketua itu mempunyai jaringan yang luas, baik dengan lembaga pemerintah, swasta maupun perorangan.

Ada juga tokoh dari pihak pemerintahan kota Subulussalam Pak Asmial selaku kadis Disperindagkop yang menjadi mitra BKM Hidayatullah, Beberapa ide dan gagasannya dilaksanakan langsung oleh warga dan BKM, seperti pembersihan drainase yang tersumbat, gerakan buang sampah pada tempatnya dan fasilitasi pengadaan bak sampah disekitar lokasi pembangunan gedung pasar rakyat subulussalam utara.

Peran dan fungsi fasilitator yang bertugas mendampingi BKM Hidayatullah pun juga tak kalah strategisnya Herizal Yanur selaku fasilitator social K2 tak bosan-bosannya mengajak warga  dan lembaga BKM untuk mencari chennelling dan berkolaborasi dengan berbagai pihak. Tim fasilitator membuka ruang selebar-lebarnya untuk duduk diskusi terhadap perkembangan program KOTAKU, bahkan dengan warga/relawan/BKM dan stakeholders yang ada di kota Subulussalam.