Puluhan Polisi Membangun Rumah Tidak Layak Huni, di Aceh Tengah

0
119
Foto : Rahmad / Liputan Aceh

ACEH TENGAH | LA – Satlantas Polres Aceh Tengah membangun dua unit rumah tidak layak huni di desa Lot Kala Kecamatan Kebayakan dan di Desa Kala Kemili Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu 27 September 2017.

Berbagai kegiatan dilakukan di HUT Lantas jajaran Polres diseluruh Indonesia. Namun HUT Lantas ke 62 tahun 2017 ini jajaran Satlantas Polres Aceh Tengah melakukan kegiatan yang cukup unik yaitu membangun rumah warga dengan mengenakan seragam Lantas seperti biasa dipakai oleh Polisi Lantas saat bertugas melakukan Razia dan berdinas di Lapangan.

AKBP, Hairajadi Kapolres Aceh Tengah, yang di dampingi AKP Radhika AR Kasat Lantas Aceh Tengah dilokasi pembagunan rumah milik Rahmaniar 51 tahun, menjelaskan kepada liputanaceh.com dalam kegiatan Bedah Rumah itu dukungan dan mendapat Partisipasi dari seluruh Anggota Polres Aceh Tengah serta dari Lantas Sendiri, ujar Kapolres.

“Target kita dalam pembangunan rumah tidak layak huni ini kita selesai dalam 3 minggu ini, utuk sementara sekarang ada dua unit rumah warga yang kita bagun semi permanen, yaitu di desa Lot Kala, kecamatan kebayakan dan desa Kala Kemili di Kecamatan Bebesen,” kata Kapolres.

“Selain dua Unit rumah yang sekarang kita bagun ini, Insya Allah diakhir tahun ini juga kita akan  bagun dua unit rumah lagi, dan kita cari orang yang benar – benar membutuhkan bantuan rumah yang tak bisa sama sekali membagun rumah atau rumahnya memang tidak layak huni, ini akan kita cari orangnya bukan karena kita kedekatan, karena saudara tapi karena kondisi masyarakat itu memang sangat membutukan bantuan kita,”  tambah Kapolres.

Disamping itu, salah satu pemilik Rumah Rahmaniar 51 tahun warga Desa Lot Kala kebayakan ini berkerja Sehari hari harinya menjual kue milik orang di Komplek Rumah Sakit  Umum Datu Beru Takengon utuk menghidupi keempat putranya, putra pertama Rahmaniar sudah sedang menjalani S – 1 di salah satu perguruan tinggi kota takengon , sedang putra kedua baru saja taman SMA, dan putra ketiga masih duduk di Sekolah Menegah Kejuruan (SMK)  dan putra ke 4 masih kelas 4 Sekolah Dasar di takengon.

“Sudah 5 tahun kami tinggal dirumah ini, yang paling susah saat musim hujan dan air masuk kedalam ruhmah karena rumah kami terlalu rendah  rata dengan Paret (Deranase) sehingga Air masuk kedalam rumah,  sementara kita numpang dirumah saudara”. Cerita Rahmaniar dengan mata yang terlihat berbinar binar.

Ia  mengaku bukan  sekedar senang tapi Bahagia seperti mimpi, punya rumah sendiri dan layak pakai.

” terimakasih kepada Polisi dan harapan kami semoga lantas berjaya dan bisa membantu dan membangun rumah lebih banyak lagi,” Tutup Rahmaniar dengan wajah yang cerah terlihat bahagia.

(Rahmad)

BAGIKAN

KOMENTAR